KPK Geledah 6 Ruang Kantor Krakatau Steel Selama 12 Jam

KPK Geledah 6 Ruang Kantor Krakatau Steel Selama 12 Jam

KPK Geledah 6 Ruangan Kantor Krakatau Steel Selama 12 Jam. (foto - ist)

Jakarta - Penyidik  KPK  melakukan  penggeledahan  di  kantor  Pusat  PT  Krakatau  Steel  Jalan  Industri  Cilegon  Banten. Dalam penggeledahan selama 12 jam itu KPK menyita sejumlah dokumen, terkait proyek yang dikerjakan PT Krakatau Steel.

"Sejumlah dokumen disita dari lokasi penggeledahan, antara lain sejumlah dokumen terkait proyek yang dikerjakan atau direncanakan oleh PT Krakatau Steel. Termasuk sejumlah barang bukti elektronik yang berasal dari data komputer.
 
"Bukti-bukti tersebut akan kami pelajari lebih lanjut untuk proses penyidikan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (26/3/2019). KPK melakukan penggeledahan mulai dari Senin 25 Maret hingga Selasa dinihari. 
 
Febri meminta jajaran pimpinan dan pegawai PT Krakatau Steel untuk serius berbenah. Apalagi perusahaan berpelat merah tersebut cukup berperan dalam proses produksi dan perekonomian di Indonesia. 

"Upaya menjaga agar BUMN kita bersih dari korupsi sebagai salah satu pekerjaan yang wajib jadi perhatian bersama, apalagi keuangan BUMN juga termasuk keuangan negara. BUMN semestinya dapat memberikan contoh lebih kuat di sektor swasta, agar bisnis dilakukan secara sehat dan pemisahan yang lebih tegas antara kepentingan pribadi dan korporasi," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka, yakni penerima Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro (WNU), dan pihak swasta Alexander Muskitta serta sebagai pemberi suap pihak swasta Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. 

Diduga, Alexander meminta uang senilai 10 persen dari total nilai kontrak proyek kepada PT Grand Kartech dan Group Tjokro. Proyek yang bakal dilaksanakan tersebut bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Permintaan itu diduga dilakukan Alexander mewakili Wisnu. KPK menduga ada uang Rp 50 juta dari Kenneth serta 4 ribu dolar AS dan Rp 45 juta dari Kurniawan. Dari uang yang telah diterima itu, Rp 20 juta diduga telah diserahkan Alexander kepada Wisnu. (Jr.)**
 
Enam lokasi yang digeledah KPK:

1. Ruang Direktur Teknologi dan Produksi.
2. Ruang Direktur Logistik.
3. Ruang General Manager Blast Furnace Complex Krakatau Steel.
4. Ruang Manager Blast Furnace Plan.
5. Ruang GM Central Maintenance & Facility.
6. Ruang Material Procurement.
.

Categories:Nasional,
Tags:,