Serangan Roket Israel Bombardir Kelompok Hamas di Gaza

Serangan Roket Israel Bombardir Kelompok Hamas di Gaza

Serangan roket Israel hantam sejumlah pos Kelompok Hamas di Gaza City. (foto - AFP)

Gaza City - Sebagai  balasan  setelah  beberapa  jam  sebelumnya sebuah roket menghantam rumah penduduk di utara Tel Aviv, Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah pos kelompok Hamas di Jalur Gaza.
 
Berdasarkan keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebutkan, kantor pemimpin politik Hamas, Ismail Haniya di Distrik Rimal Gaza City dan markas intelijen militer kelompok itu adalah di antara target mereka.
 
Dilansir BBC, Selasa (26/3/2019) IDF juga mengatakan jet tempurnya menargetkan kantor Layanan Keamanan Internal Hamas. Selain itu, sebuah bangunan tiga lantai di Distrik Sabra di Gaza City timur yang berfungsi sebagai "markas rahasia" Pasukan Keamanan Umum Hamas, Badan Intelijen Umum dan Intelijen Militer.
 
Kantor berita resmi Otoritas Palestina (PA) Wafa melaporkan, jet-jet Israel menembakkan rudal di dua lokasi di pusat Kota Gaza dan Distrik Shujaiya timur. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, tujuh orang terluka dalam serangan itu.
 
Sebelumnya, IDF menyalahkan Hamas yang menguasai Jalur Gaza, atas peluncuran roket yang menghantam komunitas Israel di Mishmeret, utara Tel Aviv. "Israel tidak akan menolerir," sebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
 
 
Warga panik berhamburan setelah dibombardir Israel dengan serangan roket. (foto - Getty Images) 
 
Ia mengatakan di Washington Amerika Serika  saat menghadiri undangan Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Dataran Tinggi Golan dicaplok Israel dari Suriah tahun 1967 dalam Perang Timur Tengah.
 
Sejauh ini, tidak ada kelompok militan Palestina yang mengatakan mereka menembakkan roket. Seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pihaknya sesungguhnya tidak berminat untuk melakukan hal tersebut.
 
Sekitar pada pukul 22.00 waktu setempat (20.00 GMT) para pejabat Hamas mengatakan, gencatan senjata telah dicapai dengan bantuan para mediator Mesir. Israel tidak mengomentari klaim itu. IDF lalu mencuit di Twitter pada Senin malam, "puluhan roket" dari Gaza sedang ditembakkan ke Israel.
 
"Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel menembak jatuh beberapa roket yang mayoritas jatuh di lapangan terbuka. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan itu," kata para pejabat.
 
Sebelumnya, sebuah roket yang diduga diluncurkan dari daerah Rafah di Gaza selatan menghantam sebuah rumah di Mishmeret, sekitar 50 km di utara Tel Aviv. Akibatnya, terjadi kerusakan parah dan membakar bangunan. Itu adalah roket terjauh yang diduga dari Gaza untuk mencapai Israel sejak konflik 2014.
 
Sementara itu, juru bicara IDF  Mayor Mika Lifshitz mengatakan, Hamas yang telah berperang tiga kali dengan Israel sejak 2008 dan masuk dalam daftar kelompok teroris oleh Israel, AS, Uni Eropa dan Inggris, merupakan pihak yang patut disalahkan atas peluncuran itu.
 
"Ini roket Hamas yang dibuat sendiri oleh Hamas," tegasnya. "Ia memiliki kemampuan untuk mencapai lebih dari 120 km. Kami melihat Hamas bertanggung jawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza". (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,