6 Fakta Pembunuhan Calon Pendeta MZ di OKI Sumsel

6 Fakta Pembunuhan Calon Pendeta MZ di OKI Sumsel

Evakuasi calon pendeta setelah ditemukan tewas tanpa busana di kebun sawit Ogan Komering Ilir Sumsel. (foto - ist)

Palembang - Seorang perempuan calon pendeta berinisial MZ (24) ditemukan tewas tanpa busana di tengah perkebunan sawit di Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Senin 25 Maret 2019.
 
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum tewas MZ dihadang oleh dua pelaku menggunakan topeng saat pulang dari pasar. Ia diduga tewas setelah dicekik dan diperkosa oleh pelaku.
 
Polisi masih mendalami keterangan NP (9), seorang pelajar yang saat itu bersama korban. NP saat ini masih menjalani perawatan karena trauma pasca-kejadian tersebut. Sejumlah fakta menunjukkan:
 
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Supriadi mengatakan, MZ diduga dibunuh dengan cara dicekik oleh pelaku. Polisi juga menduga pelaku sempat memerkosa korban. "Korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka. Dugaannya sempat diperkosa, tapi akan diperiksa lagi," kata Supriadi.
 
Ia mengatakan, kedua tangan korban juga diikat pelaku dengan ban dalam motor. NP, satu korban selamat dari kekejian pelaku. Tangan NP juga diikat pelaku dengan ban dalam motor. "Korban atas nama NP pingsan setelah dicekik oleh pelaku, tapi selamat setelah ditemukan warga. Kedua korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi masing-masing," katanya.
 
Dua pelaku menggunakan topeng. Berdasarkan keterangan NP, ia bersama MZ  dihadang oleh dua orang yang mengenakan topeng, saat melintas di kawasan Divisi 3. Dua orang itu langsung menyeret mereka ke dalam areal kebun sawit dengan kondisi tangan diikat menggunakan ban motor bekas.
 
"Korban NP pingsan dan dibuang ke semak-semak. Sementara MZ tewas diduga dicekik," kata Supriadi. Dua pelaku yang diduga melakukan aksi tersebut saat ini masih dalam pengejaran petugas.
 
NP lolos setelah dikira telah meninggal NP berhasil lolos dari maut setelah dirinya dikira sudah tewas setelah dicekik oleh dua pelaku pembunuhan MZ. NP lalu dibuang di area perkebunan sawit dengan keadaan tangan dan kaki diikat karet ban dalam motor.
 
Arisman Manai, vikaris GKII Sungai Baung rekan MZ mengatakan, NP berlari seorang diri dalam kondisi ketakutan menuju ke gereja tanpa sandal sambil menangis. Saat itu, kaki dan tangan gadis kecil tersebut sempat diikat dan lehernya dicekik oleh para pelaku.
 
"Karena dikira sudah tewas setelah dicekik, NP ditinggal sendiri. Mungkin dapat mukjizat dari Tuhan, ternyata ikatan tangan korban lepas, sehingga langsung kabur dan menuju gereja," kata Arisman.
 
Diketahui, MZ diketahui berencana melepas masa lajang pada Juni 2019 dengan menikahi tunangannya di Pulau Nias Provinsi Sumatera Utara. "Baru enam bulan bertugas di sini. Memang ia bilang bulan enam mau menikah dengan tunangannya di Nias," tambah Arisman. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,