Persembahyangan di Pura Besakih Ketika Erupsi Gn. Agung

Persembahyangan di Pura Besakih Ketika Erupsi Gn. Agung

Suasana persembahyangan di Pura Besakih di tengah erupsi Gunung Agung. (foto - Sutopo_PN)

Karangasem - Pamedek  yang  hendak melakukan  persembahyangan ke  padarman  atau  ke  Penataran  Agung  di  Pura Besakih di Kabupaten Karangasem Bali harus berdesak-desakan. Pintu masuk di sisi timur dan sisi barat Pura Catur Lawa, Ratu Dukuh dan Ratu Pasek menuju Pura Penataran Agung pun penuh sesak.
 
Pamedek harus rela berdesak-desakan menunggu cukup lama sampai bisa masuk ke dalam pura. Tak hanya menunggu di pura, antrean panjang pun terjadi di jalan utama menuju Besakih tepatnya di Arca, Desa Menanga.
 
Termasuk dari jalur barat arak Kintamani juga macet. Kendaraan yang masuk terus mengular, sehingga arus lalu lintas berlangsung merayap. Kendaraan yang datang dari barat diarahkan menuju sejumlah kantong parkir yang ada di Besakih.
 
Misalnya, mulai dari kantong parkir milik pribadi warga setempat maupun yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Sementara untuk kendaraan bus besar, diarahkan parkir di terminal Kedungdung.
B
endesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha membenarkan, jika pamedek yang tangkil cukup membludak. Kondisi itu, membuat pamedek harus berdesak-desakan agar bisa masuk ke areal pura.
 
"Hari ini pamedek cukup ramai  yang tangkil ngaturang bhakti. Kondisi itu dipastikan akan terus berlanjut. Apalagi, pada hari libur Sabtu dan Minggu pamedek yang tangkil pasti lebih banyak lagi. Apalagi ida bhatara masineb semakin dekat yakni 12 April mendatang," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,