Dua Pembunuh Calon Pendeta Terancam Hukuman Mati

Dua Pembunuh Calon Pendeta Terancam Hukuman Mati

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara interogasi kedua pelaku pembunuhan calon pendeta. (foto - ist)

Palembang - Nang (20) dan Hendri (18) terancam hukuman mati, setelah berhasil ditangkap atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap perempuan muda calon pendeta asal Nias.
 
"Pelaku terancam Pasal 338 dan 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancamannya hukuman mati," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain di Polda Sumsel, Jumat (29/3/2019).
 
Khusus untuk Pasal 340 KUHP, Kapolda menyebutkan keputusan memang berada di tangan jaksa dan hakim. Namun penyidik akan mengumpulkan barang bukti jika terbukti ada perencanaan. "Nanti kita buktikan apakah ada perencanaan, karena mereka sudah menyiapkan balok," katanya.
 
Mengenai motif, Zulkarnain memastikan pembunuhan karena adanya dendam. Salah satunya pelaku merasa terhina, hingga akhirnya merencanakan untuk memperkosa dan akhirnya membunuh pelaku.
 
"Sedangkan motif tidak lainnya, pelaku merasa terhina dan ada kata-kata korban yang membuat pelaku sakit hati. Jadi pelaku sudah merencanakan," tegas Kapolda.
 
Seperti diketahui, kedua pelaku ditangkap di rumah masing-masing di mes PT PSM Air Sugihan Sungai Baung OKI. Mereka ditangkap berdasarkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi. Termasuk saksi kunci korban selamat yang berusia 9 tahun.
 
Nang, sebagai otak pelaku menceritakan secara perlahan awal terjadinya kejahatan. Pria bertubuh kurus itu mengaku dirinya jatuh cinta pada korban, tapi dia tidak berani mengungkapkannya. "Aku suka sama dia, tapi nggak berani bilang. Saat lihat dia keluar, aku ikuti sama Hendri. Jadi yang ajak Hendri dari mes," katanya.  (Jr.)**
.

Tags:,