Murid SDN 106 Ajitunggal Histeris Ketika Sekolah Terendam

Murid SDN 106 Ajitunggal Histeris Ketika Sekolah Terendam

Evakuasi guru dan murid serta pembersihan lumpur hingga malam hari di sekitar SDN 106 Ajitunggal Cijambe Ujungberung Bandung. (foto - ant)

Bandung - Selain  merendam  area  sekolah di SD  Negeri 106  Ajitunggal  Cijambe  Ujungberung  Bandung, luapan Sungai Pasirjati itu juga merusak hampir seluruh ruangan di sekolah itu, Senin (1/4/2019) sekitar pukul 15.15 WIB.
 
Berdasarkan penuturan guru SDN 106 Ajitunggal Cijambe Kuswantini menyebutkan, luapan sungai tersebut tiba-tiba masuk ke area sekolah dan langsung merendam seluruh ruangan ketika proses belajar mengajar berlangsung.
 
"Pembelajaran lagi berlangsung di kelas 3, 4 dan 5 tiba-tiba air masuk setinggi lutut orang dewasa. Kami berdoa, anak-anak pada menjerit karena di belakang ada sungai meluap, padahal di sini hujan relatif kecil," katanya.
 
Ia menjelaskan, ia pun langsung menyuruh anak-anak naik ke atas meja kelas. "Air besar, murid naik ke atas meja tiba-tiba air masuk ke kelas, warga turut bantuin evakuasi," katanya.
 
Seketika mobil PMI Kota Bandung, satu unit mobil Diskar PB Kota Bandung tiba di lokasi, yang tak dari lokasi sekolah tersebut. Tampak material seperti batu dan pasir menumpuk di bagian lapangan sekolah karena terbawa arus sungai. Ruangan kelas dan lainnya pun dipenuhi lumpur.
 
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 106 Ajitunggal Cijambe Dwi Windiarti menyatakan, pihak sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa, karena kondisi sekolah yang tidak bisa dipakai akibat banjir tersebut.
 
 
Banjir juga merendam rumah warga di Cjambe Keamatan Ujungberung Bandung. (foto - ant)
 
 
Menurut Dwi, selain itu kini akses menuju sekolah pun terputus akibat genangan air dan lumpur yang memenuhi jalanan. "Kegiatan sekolah besok kami liburkan, enggak belajar dulu," katanya. Diperkirakan sekolah akan diliburkan dari KBM selama dua hari.
 
Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kondisi jika sekolah telah siap untuk digunakan, maka KBM pun akan diaktifkan kembali. "Nanti kami akan informasikan lebih lanjut kepada para orangtua murid," katanya.
 
Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan pembersihan total seluruh ruang sekolah yang dipenuhi lumpur. Prosesnya akan dilakukan oleh guru-guru dan bantuan warga sekitar. "Mudah-mudahan nanti ada bantuan dari pihak lainnya," harap Dwi.
 
Ia menambahkan, jumlah murid di sekolahnya mencapai 863 murid, sedangkan guru termasuk penjaga sekolah jumlahnya mencapai 46 orang. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,