Ibu yang Kubur Bayi Hidup-Hidup Dirujuk ke RSHS Bandung

Ibu yang Kubur Bayi Hidup-Hidup Dirujuk ke RSHS Bandung

Wartini, ibu yang mengubur bayinya hidup-hidup dirujuk ke RSHS Bandung. (foto - ist)

Purwakarta - Seorang  ibu  yang  mengubur  bayinya  dalam  keadaan  hidup  di  Kampung  Pasir  Muncang  Desa  Pusaka Mulya Kecamatan Kiara Pedes Purwakarta, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
 
Setelah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Wartini (pelaku) didiagnosa mengalami depresi berat. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta Agung Darwis, Selasa (2/4/2019) mengatakan, hampir tiga jam pelaku diperiksa kejiwaanya oleh seorang psikiatri.
 
Diagnosa awal disebut suspek depresi berat dengan gejala psikotik, atau sudah ada gangguan jiwa. Atas kesimpulan psikiater, pelaku membutuhkan pengawasan dan perawatan dokter jiwa, karena mengalami depresi berat.
 
Sementara itu, untuk memastikan diagnosa awal, pelaku langsung dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung guna menjalani isolasi selama dua pekan ke depan. Seluruh obat-obatan dihentikan, sehingga nantinya akan terlihat sakit jiwa pelaku.
 
Agung mengatakan, dalam proses diagnosa kejiwaan pelaku harus betul-betul dan hati-hati, karena akan menentukan proses hukum. Diketahui, Dian Astriani (4 bulan) bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya sendiri, saat ini (hari ketujuh) kondisinya semakin memburuk.
 
Obat-obatan untuk memompa jantung dan pentilator pun masih diberikan, tetapi bayi tersebut sudah tidak bisa menyerap makanan. Misalnya, susu yang diberikan keluar kembali melalui muntah. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait