Makan Larut Malam Pengaruhi Memori/Daya Ingat?

Makan Larut Malam Pengaruhi Memori/Daya Ingat?

ilustrasi

Kesibukan hingga larut malam, akan mengubah kebiasaan sehari-hari. Seringnya menunda waktu makan, khususnya makan malam akan berdampak pada gaya hidup sesorang.
 
Indriati, seorang pekerja kholic, segala tugas-tugas yang diberikan atasannya, tanpa sadar dikerjakan di malam hari. Padahal, menurut pengakuan Indri, demikian akrab disapa, tidak mengharuskan diselesaikan saat itu juga. Bisa saja keesokan harinya di kantor.
 
"Gimana ya, kalau ada tugas kantor yang harus diselesaikan, inginnya buru beres, jadinya begitu pulang ke rumah, bukannya istirahat, tetapi malah kembali bekerja, jadinya jadwal makan  malam saya ikut berubah," kata Indri kepada CikalNews.com.
 
Lain lagi dengan Anwar, pria pencinta pekerjaan ini, segala tugas yang ditrimanya dari atasannya seorang wanita, tidak pernah di bawah pulang k rumah. Clakanya jam kerjanya pun molor hingga larut malam masih berada di kantor.
 
"Yang protes bukannya atasan saya, tetapi istri saya marah-marah terus, karena sring lmbur. Padahal ini karena pekerjaan tidak saya bawa pulang ke rumah, tetap dislesaikan di kantor," ungkap Anwar yang menhakui jadwal makan malamnya juga berubah dengan pola kesibukannya..
 
  Apa yang dialami Indri dan Anwar adalah sebuah gambaran pola hidup di zaman modern seperti saat ini.  Sehingga membuat banyak orang memiliki pola makan yang tidak terartur, seperti makan di jam-jam yang tidak wajar. Dan waktu makan yang terbolak-balik ini bisa mengorbankan kemampuan memori atau ingatan seseorang.
 
Hasil penelitian seperti dilansir Fox News kepada seekor tikus yang makan di waktu yang seharusnya, digunakan untuk tidur.
 
ternyata mempengaruhi memori si hewan atas benda atau objek yang pernh dilihat. Bahkan jika tikus mendapat jumlah waktu tidur yang sama dengan tikus lain yang memiliki jadwal makan dan tidur yang normal, menunjukan perbedaan itu.
 
Manusia, seperti halnya binatang, memiliki jam internal yang sejalan dengan siklus harian gelap dan terang yang disebut ritme sirkadian. Namun dalam masyarakat saat ini, ritme ini menjadi semakin terganggu, kata Christopher Colwell seorang penulis penelitian ini.
 
“Karena banyak dari kita yang menunjukkan gangguan dalam siklus tidur-bangun, kami bertanya-tanya apakah kita dapat menggunakan waktu makan sebagai tindak pencegahan,”kata Colwell. Yang pasti penelitian dngan mengukur penguatan hubungan saraf ukuran pembelajaran di otak. 
 
Peneliti lain menyimpulkan, makan di tengah malam dapat mengganggu memori dan justru muncul kepercayaan akan lupa dengan rasa takut. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa tikus yang makan dalam periode tidur yang normal belajar lebih cepat dibandingkan tikus yang makan pada jadwal normal. 
 

Bagaimana dengan Anda?(Ode)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,