Sadaf Jaffer, Muslimah Pertama yang Menjabat Walikota AS

Sadaf Jaffer, Muslimah Pertama yang Menjabat Walikota AS

Sadaf Jaffer. (foto - Princeton University)

New Jersey - Sadaf  Jaffer  selain  menjadi  Muslimah  pertama  yang  menjadi walikota, ia juga menyandang beberapa hal pertama lainnya di Amerika Serikat. Sadaf Jaffer diambil sumpahnya sebagai Walikota Montgomery New Jersey, pada Januari 2019.
 
Tepat 3 Januari lalu, Sadaf Jaffer menjadi Muslimah pertama yang menjabat walikota di Amerika Serikat. Ia dilantik sebagai Walikota Montgomery, kota berpenduduk sekitar 25 ribu orang yang terletak di sebelah utara Kota Princeton New Jersey.
 
Ia sekaligus menjadi perempuan warga Amerika keturunan Pakistan Asia Selatan pertama, yang menjadi walikota di negara itu. Komite Kota Montgomery beranggotakan lima orang. Setiap tahun, mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi walikota.
 
Saat Sadaf pertamakali pindah dan bermukim di kota itu tahun 2012, kelima pejabat di dalam Komite Kota yang tergolong makmur itu semuanya warga kulit putih dari partai Republik. Namun kota itu makin beragam dan makin didominasi pendukung partai Demokrat.
 
Ketika Sadaf merasa komite tidak lagi mewakili warga secara keseluruhan baik dalam hal ras maupun agama, ia pun mengambil langkah besar pada tahun 2016. Sadaf mencalonkan diri untuk jabatan politik.
 
Dalam wawancaranya dengan Robert Meola dari The Montgomery News, Sadaf mengatakan, "Saya diminta mencalonkan diri di Montgomery pada 2016. Saya akhirnya memutuskan, ini peluang yang sangat baik dan tak ada yang lebih baik lagi daripada melayani komunitas saya sendiri".
 
Minatnya untuk terjun dalam bidang politik tidak tiba-tiba datang dan bukannya tanpa dukungan. Dalam berbagai wawancara dengan media massa, perempuan kelahiran Chicago, Illinois 35 tahun lalu dari orangtuanya yang imigran Muslim Pakistan itu kerap menyatakan, orangtuanya selalu tertarik dengan apa yang terjadi di dunia dan mendorong ia dan adiknya untuk teguh mengejar mimpi mereka.
 
Sejak kecil menurut pengakuan Sadaf, ia telah tertarik pada bidang diplomasi dan politik. Ia sangat berminat untuk memahami perbedaan budaya dan menjembatani perbedaan itu. Namun, minatnya kemudian tersisihkan, saat ia menekuni studinya di Fakultas Hubungan Internasional di Georgetown University.
 
Ia berhasil meraih gelar doktornya dalam bidang Bahasa dan Peradaban Timur Dekat dari universitas terkemuka lainnya Harvard. Sebelum benar-benar terjun ke dunia politik, ia mengerjakan riset pasca-doktoralnya di Princeton University.
 
Ia tidak menang dalam pemilihan tahun tersebut. Ia kembali mengikuti pemilihan menjadi anggota Komite Kota tahun berikutnya dan terpilih. Tahun 2018 ia dipilih sebagai walikota oleh Komite dan dilantik awal tahun ini.
 
Mengenai minatnya dalam hal pembangunan masyarakat, Sadaf sebagai walikota menyatakan, "Ini hal yang kita perlukan di tengah komunitas kita dan di setiap komunitas. Kini mungkin lebih diperlukan lagi, dan saya berharap dapat mewujudkan itu, yakni mempersatukan warga serta mendorong transparansi". (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,