Siesa Darubinta Penuhi Panggilan KPK di Kasus Suap Bowo

Siesa Darubinta Penuhi Panggilan KPK di Kasus Suap Bowo

Siesa Darubinta Penuhi Panggilan KPK terkait Kasus Suap Bowo. (foto - ist)

Jakarta - Seorang  perempuan  yang  sempat  diamankan saat operasi tangkap tangan  (OTT)  terhadap mantan Politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso, diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/4/2019).
 
Pemeriksaan terhadap Siesa Darubinta merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya. Siesa tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bowo Sidik, pada Jumat 12 April 2019.
 
"Pemeriksaan Siesa Darubinta kali ini sebagai penjadwalan ulang dari Jumat lalu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan. Siesa pun hadir penuhi panggilan pemeriksaan sejak pagi.
 
Ia tampak mengenakan kacamata coklat dengan baju garis-garis hitam putih saat hadir di gedung KPK. Sebelumnya, Siesa sempat diamankan di sebuah apartemen kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan, pada Rabu 27 Maret 2019 sekitar pukul 20.00 WIB.
 
Siesa pun sempat dibawa ke kantor KPK untuk diperiksa sebagai saksi, sebelum akhirnya dilepas kembali pada Kamis 28 Maret 2019 malam. Ketika itu, tim KPK masih mencari keberadaan Bowo yang diduga berada di apartemen tersebut.
 
Namun, Bowo kabur saat mengetahui adanya keberadaan tim KPK di apartemen itu. Tim pun berhasil mengamankan Bowo Sidik di kediamannya di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, pada Kamis 28 Maret 2019 dinihari.
 
Bowo langsung digiring ke kantor KPK dan dilanjutkan dengan pemeriksaan intensif. Mengenai peran Siesa dalam kasus itu, Febri mengatakan dia saat OTT diamankan dalam kapasitasnya saksi. Siesa diamankan oleh tim KPK karena sebelumnya Bowo disinyalir sempat mampir ke apartemen perempuan cantik tersebut.
 
"Ya. Siesa diamankan karena dibutuhkan keterangannya terkait keberadaan BSP‎. Sebab, diduga BSP sebelumnya ada di apartemen Siesa," tegas Febri. Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap.
 
Sementara satu tersangka lainnya Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap. Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut, yang diterima sejumlah 2 dolar AS per metric ton.
 
Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss. Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.
 
Diduga, Bowo Sidik  bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya sekitar Rp 8 miliar. Uang itu dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.
 
KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp 8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. Sedikitnya 82 kardus serta dua boks itu berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu dengan total Rp 8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,