Memperingati Hari Kartini Puluhan Seniman Menari 21 Jam

Memperingati Hari Kartini Puluhan Seniman Menari 21 Jam

Jaringan Masyarakat Seni Nusantara menari 21 jam di Taman Cikapayang Dago bandung. (foto - ant)

Bandung - Jaringan Masyarakat Seni Nusantara memiliki cara yang unik dalam rangka memperingati Hari Kartini. Puluhan penari menggelar aksi mereka selama 21 jam, mulai dari Sabtu pukul 17.00 WIB hingga Minggu (21/4/2019) pukul 14.00 WIB.
 
Menurut Ketua panitia pelaksana Deden Tresnawan, sedikitnya 20 penari dari berbagai daerah antara lain Bandung, Majalengka, Indramayu, Cianjur, Sumedang dan Kalimantan menari selama 21 jam, bertema 21 Jam Ruang Tanpa Batas.
 
"Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kartini. Mereka di sini menari, dari Sabtu hingga Minggu," kata Deden di Taman Cikapayang Bandung. Tujuan diadakan kegiatan itu sebagai bentuk pengingat sosok Kartini kepada kaum muda (milenial).
 
Peringatan hari Kartini pun turut melestarikan kebudayaan tarian daerah.
 
 
Ia mengatakan, Kartini merupakan salah seorang perempuan yang pantang menyerah. Kegiatan itu juga bisa mengingatkan generasi muda pada perjuangan RA Kartini dalam rangka memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia.
 
"RA Kartini salah satu wanita Indonesia yang berandil dalam kebangkitan wanita pribumi di era-nya. Dampaknya tak hanya di era-nya saja, tapi di era modern ini. Ia dikenal sebagai wanita berideologi feminisme dan nasionalisme," katanya.
 
Ia menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Taman Cikapayang Dago dan dilanjutkan dengan longmarch sambil menari ke Babakan Siliwangi, meski para  penari tidak beristirahat.
 
"Mereka menari 21 jam penuh tidak istirahat. Makan dan minum pun mereka disuapi," tegasnya. Jaringan Masyarakat Seni Nusantara itu sendiri melakukan kegiatan yang sama menari 21 jam. Antara lain di Magaleng, Pacitan, Kalimantan, Surabaya, Jogjakarta, Banjarmasin serta Kepulauan Riau. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,