Puluhan WN Cina dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap

Puluhan WN Cina dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap

40 WN Cina dan Taiwan jaringan penipuan internasional ditangkap di Semarang. (foto - ant)

Semarang - Petugas Imigrasi Semaran menangkap sedikitnya 40 warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan Cina. Mereka ditangkap diduga terlibat kejahatan cyber internasional, yakni penipuan dan pemerasan.
 
Kadiv Keimigrasian Provinsi Jateng Ramli HS mengatakan, pelaku melakukan aksinya melalui telepon dan sarana internet untuk melakukan panggilan telepon dengan fasilitas Voice Over Internet Protocol (VOIP), dan menggunakan aplikasi Skype untuk menghubungi target.
 
"Hal itu pernah dilakukan di Jepang, karena terdeteksi petugas kabur ke Indonesia dan tempatnya berpindah-pindah pernah juga di Bali," kata Ramli HS saat gelar perkara di Rumah Detensi Imigrasi Semarang, Senin (22/4/2019).
 
Menurutnya, pengungkapan itu berdasar penelusuran pihak Keimigrasian yang mencurigai keberadaan WNA Taiwan dan Cina yang banyak datang Ke Semarang. Petugas lalu memantau satu unit rumah mewah di Puri Anjasmoro, yang dihuni banyak WNA sejak sebulan terakhir.
 
Dari segi dokumen imigrasi, mereka melakukan berbagai pelanggaran terkait dokumen seperti paspor dan izin tinggal. Kanwil Kemenkumham Jateng berkoordinasi dengan Polda Jateng dan dilakukan penggerebekan, pada Kamis 18 April sekitar pukul 17.00 WIB. "Kami gerebek ada 40 orang WNA yang ditangkap, 10 orang mengaku warga negara Taiwan. Sedangkan 30 orang belum bisa menunjukkan dokumennya," katanya.
 
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan, para tersangka memodifikasi rumah yang disewa dengan menambahkan kedap suara agar tidak dicurigai. Mereka menyasar korban dari negara mereka sendiri lewat telepon yang nomornya didapat secara ilegal.
 
"Nomor telepon untuk menghubungi korban itu dapat data secara ilegal. Sudah dapat data langsung hubungi target sasaran, mengaku sebagai penegak hukum mengabarkan (korban) terlibat pidana dan dibuktikan dengan surat dari penegak hukum. Pelaku lalu menawarkan bantuan untuk menghapus catatan itu bila korban menyetor uang," tegas Hendra.
 
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, 40 WNA itu terdiri atas 36 pria dan 6 wanita. Mereka rata-rata berusia antara 25-30 tahun. "Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan DPO Interpol. Mengenai langkah apa yang akan diambil untuk para WNA itu, adalah kewenangan Imigrasi," katanya.
 
Dari tangan para pelaku, disita sejumlah barang bukti. Antara lain 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pager, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah dan beberapa peralatan komputer. (Jr.)**
.

Tags:,