'Bandung Ayo Menari 24 Jam' Digelar di CFD Dago 28 April

'Bandung Ayo Menari 24 Jam' Digelar di CFD Dago 28 April

Bandung Ayo Menari 24 Jam bakal digelar di CFD Dago 28 April. (foto - ist)

Bandung - Memperingati Hari Tari Dunia para insan tari di Tanah Pasundan akan menggelar  "Bandung Ayo Menari 24 Jam". Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dunia tari di Jabar.
 
Lewat diselenggarakannya acara gelaran itu, diharapkan dapat meningkatkan kreativitas penata tari hingga bermunculan karya tari baru. Selain itu, para penari lokal itu pun mendapatkan cakrawala tentang perkembangan dunia tari.
 
Menurut Dewan Pengarah Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) Abah Nanu, Hari Tari Dunia yang dihelat di car free day (CFD) Dago dan Gedung Yayasan Kebudayaan Naripan, merupakan wadah menjaring penari baru. Sekaligus menjalin silaturahmi insan tari dengan padepokan tari di Jabar utamanya di Kota Bandung.
 
"Kita ingin melakukan pemetaan keberadaan tari di Jabar. Kegiatan ini bukan untuk mencari sensasi, tapi penciptaan sosial. Sudah menjadi kewajiban bagi insan tari untuk menyokong secara total agar peristiwa budaya berdaya pikat," katanya di Bandung, Senin (22/4/2019).
 
Gelaran Hari Tari Dunia tersebut katanya, bertujuan menampilkan para penari dan penata tari dengan sejumlah karya tarinya. Untuk menyemarakkan kegiatan, komunitas tari (sanggar) dari berbagai daerah Jabar turut berpartisipasi, menjadi bagian dari kegiatan ini yang bertema "Harmoni Tubuh dengan Alam".
 
"Mereka menari bukan sekadar menari fisik, tetapi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ruang batin sosial budayanya. Pola seperti dalam tari Jaipong kreasi baru atau tari kreasi Sunda lainnya dengan semangat kebaharuan," tegasnya.
 
Hari Tari Dunia akan berlangsung pada 28-29 April 2019. Acara itu juga untuk mengakomodir sanggar tari di Bandung maupun yang ada di kota/kabupaten Jabar, khususnya yang ingin merayakan bersama-sama.
 
"Menari selama 24 jam untuk menunjukkan, energi tubuh senantiasa hadir seirama dengan zaman. Hal itu merupakan suatu daya yang tak terbatas untuk saling menghargai kekhasan masing-masing laku tubuh".
 
Peringatan Hari Tari Dunia (World Dance Day) akan diikuti sekitar 168 sanggar komunitas tari dari kabupaten/kota di Jabar, yang berjumlah 79 repertoar tari dan 790 penari dengan durasi 24 jam atau 1.440 menit. Selain itu, ada gelar 3991 Ronggeng Geber Bandung dari 16 kabupaten kota.
 
Kegiatan Hari Tari Dunia menjadi pertemuan antara seniman alam dengan institusi pendidikan tinggi seni, yakni ISBI Bandung. Pertemuan memiliki arti penting bagi keberlangsungan dan tumbuh kembang perkembangan dunia tari.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari menyebutkan, peserta dan penyelenggara akan menerima sertifikat. Menurutnya, "Bandung Ayo Menari 24 Jam" sejalan dengan Bandung sebagai kota kreatif dalam memberikan pergelaran bergengsi, yang dapat diikuti oleh insan tari.
 
"Ini bukan hanya ajang tari-menari, tapi justru dapat mensinergikan berbagai hal terkait dengan budaya, politik, industri kreatif dan wisata kreatif. Efeknya kepada pariwisata berbasis kreativitas yang dapat menyedot para wisatawan," katanya.
 
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedy Taufik, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, terkait siswa yang berpartisipasi aktif dalam acara. "Ini menjadi catatan dan perhatian kita, untuk memberi penghargaan kepada peserta yang memang masuk kriteria," sebutnya.  (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,