Lebih 50 orang Tewas, Tambang Batu Giok Myanmar longsor

Lebih 50 orang Tewas, Tambang Batu Giok Myanmar longsor

Lokasi tambang batu giok di Myanmar longsor. (foto - Reuters)

Naypyitaw - Lebih  dari  50  orang  di  Myanmar  dikhawatirkan  tewas  saat  para  penambang  giok  dan  sejumlah  mesin  tambang terkubur di bawah gundukan tanah yang ambruk, pada Senin malam.
 
Diduga, insiden tersebut terjadi akibat longsor di areal tambang tersebut. Menurut seorang anggota parlemen, sejauh ini tiga jasad telah berhasil diangkat dari puing-puing tambang tersebut.
 
Dilansir Reuters, Selasa (23/4/2019) mengutip pernyataan Tin Soe, anggota parlemen yang mewakili area Hpakant Negara Bagian Kachin menyebutkan, sebanyak 54 pekerja dari dua perusahaan pertambangan, bersama dengan 40 mesin dan kendaraan termasuk backhoe dan truk terperangkap ketika tumpukan sampah besar runtuh.
 
 
Sejauh ini, tanah longsor dan kecelakaan mematikan lainnya memang sering kali terjadi di lokasi tambang Hpakant, yang tidak diregulasi secara baik. "Mereka tidak akan selamat. Itu tidak mungkin karena mereka terkubur di bawah lumpur,” kata Tin Soe. "Untuk mengambil jasadnya pun sangat sulit".
 
Sementara itu, Kepala pemadam kebakaran Hpakant Aye Thein mengatakan, pencarian dilakukan setelah fajar pada Selasa dan upaya penyelamatan masih terus berlangsung.
 
Kementerian Informasi Myanmar mengonfirmasi di Facebook, sebanyak 54 pekerja dilaporkan hilang. Kementerian itu mengidentifikasi perusahaan yang terlibat sebagai Shwe Nagar Koe Kaung dan Myanmar Thura.
 
Kelompok advokasi lingkungan Global Witness memperkirakan, nilai produksi batu giok di Myanmar bisa mencapai 31 miliar dolar AS pada 2014. Menurut para ahli, sebagian besar batu tersebut diselundupkan ke Cina. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,