Vonis Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan 12 Tahun Bui

Vonis Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan 12 Tahun Bui

Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan divonis 12 tahun. (foto - ist)

Jakarta - Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan diganjar 12 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Hakim menyatakan Zainudin terbukti melakukan tindak pidana korupsi, dan tindak pidana pencucian uang.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Zainudin Hasan juga dihukum pidana tambahan, yakni pencabutan hak politik selama 3 tahun. "Pidana tambahan uang pengganti Rp 66,7 miliar yang harus dibayarkan paling lama 1 bulan setelah inkrah," katanya.
 
Jika tidak membayar, harta disita jaksa untuk dilelang dan disetorkan ke negara. Jika terdakwa tidak mempunyai harta, maka diganti dengan pidana penjara selama 1,5 tahun.
 
Dalam tuntutan, jaksa pada KPK meyakini Zainudin melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Hermansyah Hamidi, selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan 2016-2017 Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan 2017-2018, serta Agus Bhakti Nugroho dan Syahroni sebagai pejabat di Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan.
 
Disebutkan, Zainudin meminta Agus menerima fee dari sejumlah rekanan proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan. Keseluruhan suap yang diduga diterima oleh Zainudin mencapai senilai sekitar Rp 72 miliar.
 
Untuk merealisasinya, Zainudin lewat Hermansyah dan Syahroni melakukan plotting rekanan yang akan menjadi pemenang, pada pekerjaan di Dinas PUPR Lampung Selatan. Juga memberikan daftar pekerjaan TA 2016 yang sudah di-plotting sebanyak 299 paket kegiatan, beserta nama-nama rekanan yang ditunjuk menjadi pemenang dengan nilai pagu anggaran keseluruhan sebesar sekitar Rp 194 miliar.
 
"Terdakwa juga memerintahkan Hermansyah meminta commitment fee dari sejumlah rekanan tersebut sebesar 13,5 persen, dari nilai proyek yang penyerahannya melalui Agus," tegas jaksa.
 
Selain dugaan suap dan ambil keuntungan dari proyek, Zainudin diyakini bersalah menerima gratifikasi senilai total sekitar Rp 7 miliar. Jumlah itu terdiri atas Rp 3.162.500.000 yang diduga diterima Zainudin lewat rekening Gatot Soeseno serta Rp 4 miliar dari Sudarman.
 
Jaksa juga meyakini Zainudin bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurut jaksa, dari total sekitar Rp 106 miliar yang diterima Zainudin dari suap, keuntungan ikut proyek di wilayahnya dan gratifikasi sekitar Rp 54 miliar, diduga disembunyikan oleh Zainudin dengan berbagai cara. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,