Bupati Talaud Terjaring OTT KPK Terkait Pengadaan Proyek

Bupati Talaud Terjaring OTT KPK Terkait Pengadaan Proyek

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip terjaring OTT KPK. (foto - ist)

Jakarta - Penyidik  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  menjaring  Bupati  Talaud Sri Wahyumi Manalip lewat operasi tangkap tangan (OTT). Kader Partai Hanura tersebut ditangkap, diduga terkait pengadaan proyek.
 
Selain Sri, sedikitnya ada lima orang lainnya yang turut ditangkap. Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sri Wahyuni ditangkap karena diduga terkait transaksi proyek di Pemkab Kepulauan Talaud Sulawesi Utara (Sulut).
 
"Ya, ada tim penindakan KPK yang ditugaskan ke Manado dan Talaud. Diduga telah terjadi transaksi terkait pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Talaud. Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip pun terjaring OTT," kata Syarif, Selasa (30/4/2019).
 
Diduga, Sri menerima sejumlah barang mewah. "Diduga hadiah yang diberikan antara lain berupa tas, jam serta perhiasan berlian dengan nilai mencapai sekitar ratusan juta rupiah," katanya.
 
Sebelumnya, Sri juga pernah menjadi sorotan publik setelah dinonaktifkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), karena melakukan kunjungan ke Amerika Serikat tanpa izin. Lawatan Sri Wahyumi pada awalnya diungkap Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.
 
"Ia sering keluar negeri tidak lapor, sebagai gubernur saya juga tidak tahu. Ketahuannya waktu pimpinan MPR/DPR dan DPD berkunjung ke sana, yang bersangkutan tidak ada padahal urusan perbatasan," kata Olly.
 
Menurutnya, Sri diketahui dua kali bepergian ke luar negeri tanpa izin. Sri sering bepergian lama dan kadang hampir satu bulan lamanya. Kepergian Sri pertama kali diketahui selama 10 hari, sedangkan kepergian yang kedua diketahui hampir 1 bulan.
 
Atas penonaktifan itu, Sri mengaku dikriminalisasi yang mengaitkan penonaktifan itu dengan rencananya mengajukan cuti untuk tahapan pilkada. Sri mengaku pergi ke AS pada Oktober-November 2017 hanya satu kali.
 
Buntut dari penonaktifan Kemendagri, Sri dicopot sebagai Ketua DPC PDIP Talaud. Ia pun lalu menyeberang ke Partai Hanura. "Beliau mengatakan siap memimpin Partai Hanura di Talaud," kata Ketua DPP Hanura Benny Rhamdani.
 
Sementara itu Syarif menambahkan, OTT terhadap Bupati Talaud berlangsung sejak Senin tengah malam. Selain di Sulut, KPK juga melakukan OTT di Jakarta terhadap 4 orang swasta berkaitan dengan Bupati Sri Wahyumi.
 
Dalam OTT, KPK membutuhkan 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal bagi mereka yang terjaring OTT. Setelah itu, KPK akan menentukan status hukum mereka apakah menjadi tersangka atau hanya sebagai saksi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,