Densus Geledah Rumah Teroris Terkait Bom di Toko Ponsel

Densus Geledah Rumah Teroris Terkait Bom di Toko Ponsel

Lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di Jalan Makmur I Kavling Al-Barokah Desa Bahagia Babelan Kabupaten Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Tim  Densus  88  langsung  menggeledah  rumah  terduga  teroris  terkait  bom  di  toko  ponsel  Wanky  Cell, setelah melakukan disposal bom. Rumah itu berada di Jalan Makmur I Kavling Al-Barokah Desa Bahagia Babelan Kabupaten Bekasi.
 
Sedikitnya 9 petugas Gegana Mabes Polri memasuki rumah bercat putih itu. Petugas Gegana tampak membawa laras panjang dan tameng. Tampak seorang petugas membawa tameng berjalan diikuti 8 petugas di belakangnya. Petugas melihat dari jendela sisi dalam rumah.
 
Garis polisi langsung dibentangkan di sekitar rumah karena jadi tontonan warga sekitar. Rumah yang digeledah bercat putih dengan pagar hitam, ada 2 jendela dan 2 buah pintu dari arah luar. Tidak ada aktivitas di area rumah. Setelah kurang dari satu jam menggeledah, petugas keluar membawa 2 kotak dan 1 kantong  paper bag ke mobil petugas.
 
Seperti diketahui  EY alias Rafli diamankan polisi lantaran menyimpan bom pipa yang siap ledak di toko ponsel Wanky Cell miliknya. Polisi menyebut, Rafli merupakan amir atau pemimpin dan penyandang dana kelompok teroris Jamaah Ansharut  Daullah (JAD) Bekasi.
 
"EY (26) adalah seorang amir JAD Bekasi, kalau SL leader JAD Lampung. Rafli menggantikan amir yang sudah ditangkap sebelumnya oleh Densus 88 saat peristiwa Bom Thamrin," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).
 
Menurut Dedi, kelompok teroris Rafli dan SL berbeda, namun mereka saling terhubung. Rafli turut mendanai pembuatan bom kelompok teroris SL. "Perannya sebagai penyandang dana. Uangnya juga dikasih ke kelompok SL. Jadi kelompok SL beli bahan peledak dari uang yang dikasih EY," katanya.
 
Ia menjelaskan, Rafli adalah orang yang mengajarkan cara merakit bom kepada kelompok JAD Lampung pimpinan SL. "Ia mengajarkan SL, S dan T untuk merakit bom". Rafli ditangkap di SPBU Pertamina Jalan Raya Kalimalang Duren Sawit Jakarta Timur pada Rabu 8 Mei pukul 13.48 WIB.
 
Setelah menangkap, polisi menggeledah toko ponsel Wanky Cell milik Rafli di Bekasi dan menemukan bom pipa yang sengaja disimpan. Penangkapan Rafli hasil pengembangan Densus 88 atas ditangkapnya dua terduga teroris di Bitung Sulawesi Utara pada 2 Mei 2019.
 
Aparat mendapat titik terang adanya kelompok teroris JAD Lampung di Bekasi. Aparat menangkap kelompok teroris JAD Lampung pimpinan SL. SL diamankan di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V Bahagia Babelan Bekasi pukul 04.34 WIB, pada Sabtu 4 Mei pukul 04.34 WIB.
 
Setelah menangkap SL, Densus 88 juga menangkap anggotanya yaitu AN di Jalan Keramat Kedongdong Kelurahan Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sekitar pukul 08.49 WIB. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,