Wanita Pakistan terbebas Penistaan Agama pergi ke Kanada

Wanita Pakistan terbebas Penistaan Agama pergi ke Kanada

Asia Bibi, perempuan Pakistan yang dibebaskan dari kasus Penistaan agama diterbangkan ke Kanada. (foto - Globalnews)

Islamabad - Perempuan  Kristen  warga  Pakistan,  Asia  Bibi  yang  menjalani  tahanan  selama delapan tahun dibebaskan, hingga akhirnya meninggalkan negara itu dan langsung diterbangkan menuju ke Kanada untuk dipersatukan kembali dengan putrinya.
 
"Saya telah menanyakan kepada seluruh saluran yang tersedia, dan menurut mereka klien saya telah berangkat ke Kanada," kata pengacara Asia Bibi, Saif Ul Malook.
 
Dilansir CNN, Kamis (9/5/2019) seorang teman dekat Asia Bibi yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya membenarkan, Asia Bibi telah meninggalkan Pakistan. Asia Bibi, seorang buruh tani dan ibu dari lima anak dihukum pada 2010, karena membuat komentar yang menghina orang-orang Islam.
 
Ia katakan itu setelah tetangganya yang bekerja di ladang menolak meminum air dari gelas miliknya karena dia bukan Muslim. Ia pun mendekam di penjara selama delapan tahun sampai Mahkamah Agung tahun lalu membatalkan putusan hukuman mati atas dirinya.
 
Hal itu merupakan keputusan yang ditegakkan awal tahun ini dan sejak itu dia ditahan dalam perlindungan. Pada November 2018, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, negaranya sedang dalam proses pembicaraan dengan Pakistan untuk membantu Asia Bibi untuk memberikan suaka terhadapnya.

Demonstrasi warga Pakistan dengan membakar foto Asia Bibi beberapa waktu lalu. (foto - Associated Press)

 

Pembebasan Asia Bibi dari hukuman mati sempat memicu kerusuhan oleh kelompok Islam garis keras, yang menolak putusan Mahkamah Agung. Mereka memperingatkan Pemerintah Perdana Menteri Imran Khan, Asia Bibi tidak boleh meninggalkan negara itu.

Mereka juga menyerukan agar Bibi yang telah tinggal di lokasi yang dirahasiakan di bawah pengamanan ketat untuk dibunuh. Kasus itu telah menarik perhatian internasional terkait hukum penistaan agama Pakistan yang kontroversial, yang secara otomatis diganjar dengan hukuman mati.

Kasus kecurigaan terhadap penistaan terhadap Islam saja sudah cukup untuk memicu aksi massa di Pakistan. Seorang teman, yang terakhir berbicara dengan Asia Bibi pada Selasa 7 Mei 2019 mengatakan, Asia Bibi dan suaminya Ashiq Masih telah menghabiskan beberapa minggu terakhir untuk mendapatkan dokumen mereka siap.

Ia mengaku, sangat ingin melihat putrinya yang hampir setiap hari berbicara dengan dirinya dari lokasi persembunyian yang dilindungi oleh pasukan keamanan Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan sendiri menolak memberi pernyataan tentang pemberitaan tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,