Siswi EGS Ini Lolos SNMPTN 2019, Ketahui Tips & Triknya

Siswi EGS Ini Lolos SNMPTN 2019, Ketahui Tips & Triknya

Siswi EGS yang lolos SNMPTN 2019. (foto - Desya Ismya NG)

Bandung - Tiga siswi SMA Edu Global berhasil diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Seperti diketahui, SNMPTN yang digelar setiap tahunnya merupakan seleksi yang dilakukan masing-masing PTN di Indonesia, dengan cara menilai raport para siswa yang dikirimkan dari masing-masing sekolah.
 
Siswi SMA Edu Global yang lolos SNMPTN 2019 tersebut, antara lain:
 
Farisa Amalia (Ame), Kelas XII IPA B Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan SITH – Program Rekayasa.
 
Aghistna Putri (Aghist) Kelas XII IPA B Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan: Pendidikan Masyarakat.
 
Ajeng Siti (Ajeng) Kelas XII IPA B Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
 
Ame, Aghist dan Ajeng mengatakan, mereka sangat tidak menyangka dengan hasil yang telah diraihnya. Bahkan, mereka tidak mengharapkan SNMPTN sama sekali, karena mereka meyakini peluang untuk lolos sangat kecil. Terlebih lagi dengan banyaknya saingan yang juga tempur dalam seleksi tersebut.
 
Saat ditanyai seputar Tips & Trik lolos SNMPTN, mereka mengaku tidak ada strategi khusus yang dilakukan. Bagi mereka, kunci utamanya memaksimalkan nilai raport dari kelas X hingga semester 5.
 
Mereka menambahkan, usaha tersebut tidak akan berjalan mulus tanpa dibantu oleh doa dan restu dari orang-orang terdekat, seperti keluarga terutama orangtua.
 
Para siswi yang hendak menjadi alumni dari SMA Edu Global tersebut mengatakan, sekolah di EGS sangat membuat mereka nyaman, karena suasana sekolahnya yang homy dan santai. Dengan jumlah siswa yang hanya 10 hingga 15 orang per kelasnya, mereka merasa kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran di sekolah lain.
 
Mereka juga mengaku, program dan berbagai kegiatan yang ada di EGS dapat meningkatkan kreatif dan inovatif bagi para siswanya. Para calon mahasiswi itui juga mengaku, yang akan paling sulit mereka tinggalkan ketika nantinya mereka sudah tidak di EGS adalah guru-gurunya.
 
Menurut mereka, semua guru di EGS sangat akrab dengan siswa dan siswinya, ditambah lagi dengan adanya Program Personal Touch, yang memang diterapkan oleh para guru di EGS. Dengan demikian, hal tersebut membuat semua siswa merasa nyaman sekolah di EGS. (Desya Ismya NG)**
.

Categories:KopiSore,
Tags:,