Pria yang ancam Penggal Kepala Jokowi akhirnya Diringkus

Pria yang ancam Penggal Kepala Jokowi akhirnya Diringkus

Pria yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi akhirnya ditangkap. (foto - ist)

Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial HS, terkait ujaran kebencian akan memenggal kepala Presiden Jokowi dalam video yang viral beberapa waktu lalu. HS ditangkap di Perumahan Metro kawasan Parung Kabupaten Bogor, Minggu pagi.
 
"Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE, dengan modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono, Minggu (12/5/2019).
 
Menurut Argo, HS diciduk karena diduga melanggar Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Dalam video, HS diduga menyatakan perkataan ancaman akan memenggal Kepala Jokowi saat berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu di MH Thamrin Menteng Jumat lalu. "Pelaku berinisial HS, tempat tanggal lahir Jakarta 08 Maret 1994, warga Palmerah Barat Kelurahan Palmerah Kecamatan Palmerah," katanya.
 
Pihak kepolisian pun langsung mengamankan pria yang belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto.HS pun ditetapkan sebagai tersangka. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga pun kemudian mengungkit video viral ABG yang menyebut Jokowi kacung.
 
Pernyataan itu disampaikan Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitternya. Dahnil sepakat jika HS harus ditindak karena melanggar hukum. Namun ia mengungkit ABG yang sempat menyebut Jokowi sebagai kacung, dan kasus pria yang sempat mengancam Fadli Zon.
 
"Jelas yang dilakukan anak itu melanggar hukum harus ditindak. Namun pertanyaannya bagaimana dengan Nathan yang akan membunuh @fadlizon dan seorang anak, yang menyebut Presiden sebagai kacung. Apakah mereka diperlakukan sama dan ditangkap?" demikian cuitan Dahnil dalam akun Twitternya, Minggu 12 Mei.
 
Sebelumnya, dalam kasus ABG yang disinggung Dahnil berinisial RJ juga sempat diamankan oleh pihak kepolisian. ABG berusia 16 tahun itu menyerahkan diri, kemudian meminta ampun atas perbuatannya.
 
"Saya RJ, saya minta maaf atas kesalahan saya yang saya anggap bercanda. Saya benar-benar minta ampun kepada Bapak Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia atas kenakalan saya, terima kasih," kata RJ dalam rekaman video.
 
Sementara itu, untuk ancaman ke Fadli Zon, politisi Gerindra itu sudah pernah membuat laporan ke Bareskrim Polri melalui Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Mengenai cuitan Nathan, Fadli mengingatkan agar tidak sembarangan menggunakan media sosial.
 
Ia mengaku tidak takut jika diancam akan dibunuh. "Orang agar tidak sembarang gunakan media sosial, apalagi dengan ujaran kebencian termasuk ancaman pembunuhan. Saya tidak takut mati, saya sudah 3 kali mau mati. Kematian bisa datang kapan saja. Kalau sudah waktunya, ya waktunya," kata Fadli Zon. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,