Pemutilasi Vera Oktaria di Banyuasin Diduga Pacar Sendiri

Pemutilasi Vera Oktaria di Banyuasin Diduga Pacar Sendiri

Vera Oktaria (21). (foto - ist)

Banyuasin - Vera  Oktaria  ditemukan  tewas  di  penginapan   Musi  Banyuasin  Sumatera  Selatan  (Sumsel).  Diketahui, pembunuh yang memutilasi perempuan berusia 21 tahun itu kekasihnya sendiri, yang juga oknum tentara.
 
Jasad Vera ditemukan pada Jumat 10 Mei di penginapan Jalan Hindoli Sungai Lilin Musi Banyuasin. Kondisi jasad Vera mengenaskan karena bagian tubuhnya ada yang terpotong. Pembunuh Vera diketahui berinisial DP, yang merupakan oknum tentara berpangkat Prada.
 
Polisi menduga, pelaku pemutilasi Vera adalah pacar korban. Dugaan soal pacar korban menjadi pelaku pembunuhan diketahui dari keterangan pemilik penginapan dan keluarga korban. Keluarga korban menyebut Vera pergi bersama pacarnya.
 
"Identitasnya sudah diketahui bernama Vera Oktaria. Di lokasi kejadian kami menemukan ada sidik jari terduga pelaku," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara di Mapolda Sumsel, Minggu (12/5/2019).
 
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban pembunuhan dan mutilasi di Tangga Takat, Kota Palembang. Telihat keluarga korban dan kerabat masih bersedih. Bahkan rumah bercat cokelat pudar itu terus didatangi teman dan kerabat korban.
 
Suara isak tangis dari dalam rumah berukuran 10 x 15 meter itu kerap terdengar. Begitupun kerabat yang datang langsung ikut histeris. Selain kerabat, tampak ada personel TNI dan Polri yang berjaga di rumah dengan pakaian preman.
 
Mereka sesekali coba berkomunikasi dengan keluarga terkait keseharian korban. "Kami sangat sedih dan sedang berduka, mohon maklum. Doakan adik kami," kata kakak kandung korban, Rini di rumah duka. Korban telah dimakamkan di TPU Naga Sewidak Seberang Ulu pada Sabtu pagi. Keluarga berharap pacar Vera, Prada DP segera ditangkap.
 
Seperti diketahui, Vera ditemukan tewas dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin Musi Banyuasin.Kondisi saat ditemukan berada di dalam kasur springbed mulai membusuk dengan tangan terpotong.
 
Polisi menyebutkan, pelaku berencana memutilasi korban dan memasukan ke dalam 2 koper. Diduga takut diketahui orang lain, rencana itu pun batal. Pelaku lalu berencana untuk membakar korban pakai timer obat nyamuk. Namun, obat nyamuk mati dan mayat pun membusuk.
 
Setelah olah TKP, penyidik menemukan petunjuk bahwa pacar korban, Prada DP sebagai pria yang memesan penginapan malam itu. Pacar korban itulah diduga kuat sebagai pelakunya. Kini, Prada DP kabur dari pusat pendidikan di Puslatpur Rindam Baturaja, 3 hari sebelum jemput korban. Ia pun menjadi boronan polisi dan POM AD. (Jr.)**
.

Tags:,