Tangkuban Parahu Tetap Diminati Wisatawan

Tangkuban Parahu Tetap Diminati Wisatawan

Tangkuban Parahu Tetap Diminati Wisatawan

Bandung- Kenaikan tarif masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu tidak menyurutkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung, kata Putra Kaban, pimpinan pengelola objek wisata alam itu, Jumat (28/11/2014).
 
"Setelah ada kenaikan tarif masuk ke objek wisata itu hingga saat ini belum ada keluhan dari agen perjalanan wisata di luar negeri, kunjungan masih normal bahkan meningkat," kata Putra Kaban yang juga Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), manajemen objek wisata alam itu.
 
Menurut dia, kenaikan tarif masuk ke objek wisata itu sesuai dengan peraturan pemerintah. Kenaikan itu dari Rp17 ribu menjadi Rp20 ribu para hari biasa dan menjadi Rp30 ribu pada hari libut.
 
Tarif masuk bagi wisatawan mancanegara naik dari Rp75 ribu pada hari biasa menjadi Rp200 ribu, sedangkan pada hari libur Rp300 ribu.
 
"Objek wisata Tangkuban Parahu masuk kategori obyek wisata rayon tiga sehingga penyesuaiannya disesuaikan dengan PP itu. Untuk tarif rayon I bagi wisatawan mancanegara tarifnya Rp250 ribu, bahkan pada hari libur lebih dari Rp300 ribu," katanya.
 
Ia menyebutkan kenaikan sebesar itu sudah berdasarkan kajian dan study banding ke obyek wisata di Thailand dan Malaysia.
 
"Sebelum kenaikan ini kami study banding ke objek wisata di Thailand dan Malaysia, tarif ini termurah dibandingkan destinasi unggulan lainnya yang ada," katanya.
 
Sementara itu Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar memprotes kenaikan tarif bagi wisatawan mancanegara yang cukup signifikan itu.
 
Direktor Eksekutif Promosi BPPD Jabar Hilwan Saleh menyebutkan pihaknya mendapat laporan keberatan dari sejumlah biro perjalanan Malaysia atas kenaikan tarif itu.
 
Bahkan menurut Hilwan Saleh, travel agen itu terancam mencoret obyek wisata Gunung Tangkuban Parahu dari daftar kunjungan wisatanya.
 
"Ada laporan dari Perwakilan BPPD Jabar di Kuala Lumpur yang menyebutkan agen perjalanan di Malaysia tidak akan memasukkan Tangkuban Perahu ke dalam paket wisatanya menyusul naiknya tarif yang mereka nilai sangat tinggi dan memberatkan," katanya.
 
Menurut Hilwan, keluhannya kenaikan tarif dinilai tidak adil karena hampir tidak ada penambahan fasilitas atau pengembangan objeknya.
 
"Kemungkinan Bandung akan ditinggalkan karena tidak kompetitif lagi, dan mereka akan lebih memilih paket empat hari tiga malam di Ho Chi Min City dari pada empat hari tiga malam di Bandung," kata Hilwan mengutip laporan itu.
 
Ia menyebutkan, fenomena itu kontradiktif mengingat dari promosi yang dilakukan berbagai insan kepariwisataan di Indonesia yang melakukan berbagai promosi di Malaysia nampaknya mulai membuahkan hasil dan menarik, setidaknya dengan akan dibukanya rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Bandung oleh Malindo Air pada Desember 2014. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,