Pengerjaan KA Cepat Jakarta - Bandung Selesai Akhir 2020

Pengerjaan KA Cepat Jakarta - Bandung Selesai Akhir 2020

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung selesai akhir tahun depan. (foto - Instagram)

Bandung - Pengerjaan  pembangunan  Kereta  Cepat  Jakarta - Bandung  akan  mencapai  60  persen  akhir  tahun  2019. Dipastikan, akhir tahun depan pengerjaannya tuntas 100 persen sesuai target, sehingga Jakarta - Bandung bisa ditempuh hanya 40 menit.
 
"Sekitar 60 persen progres Kereta Cepat Jakarta - Bandung, insya Allah akan tercapai di akhir tahun ini. Akhir tahun depan target selesai 100 persen. Jakarta - Bandung bisa ditempuh hanya 40 menit," sebut  Gubernur Jabar Ridwan Kamil lewat akun Instagramnya, Selasa (14/5/2019).
 
Menurut Emil, hari ini dirinya bersama Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan selesainya terowongan di area Walini sepanjang 608 meter. Terowongan itu dikerjakan mayoritas oleh pekerja lokal asal Cipeundeuy.
 
"Dengan hadirnya jalur kereta cepat tersebut, akan hadir 4 kawasan kota baru (Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar). Pengembangan kawasan itu menjadi modal membangun proyek ini atau B to B,  tidak menggunakan dana APBN langsung," tegas Emil.
 
Ia menambahkan, sekitar 3-5 juta lapangan kerja baru untuk generasi Z Jawa Barat akan hadir, jika 4 kawasan kota baru itu terwujud dalam 5-10 tahun ke depan. Bahkan, Pemprov Jabar mengusulkan agar kereta cepat dilanjut 60 km ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
 
Sementara itu, terowongan Walini di kawasan Perkebunan Maswati Desa Kanangasari Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus. Terowongan 608 meter itu dikerjakan 15 bulan menjadi terowongan pertama yang berhasil ditembus, dari total 13 terowongan jalur kereta cepat yang akan dibangun.
 
 Terowongan Walini di Jalur Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

 

Emil sendiri menyaksikan detik-detik penembusan Tunnel Walini tersebut, dalam kegiatan "Walini Tunnel Breakthrough". Emil meninjau terowongan Walini itu antara lain bersama  Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirjen Pengadaan Tanah Arie Yuriwin serta jajaran Pemprov Jabar dan Kabupaten Bandung Barat.

Ia menyambut baik progres pembangunan KA Cepat Jakarta - Bandung yang menurutnya sangat luar biasa. Dengan kewenangan Gubernur menurut Emil, Pemprov Jabar telah menyelesaikan berbagai dinamika yang didapati selama proyek berlangsung, terutama proses pembebasan lahan.

"Terakhir kita membahas yang melewati Purwakarta, melewati tambang yang juga bagian dari jalur itu. Lalu kita sudah putuskan koneksi dari Tegalluar (Stasiun Kereta Cepat di Kabupaten Bandung) ke Kota Bandung dengan LRT sejauh 2 km. Dari situ nyambung ke eksisting jalur kereta ke Kebon Kawung (Stasiun Bandung) pusat Kota Bandung," katanya.

Emil menambahkan, ke depan akan dibuat stasiun transit di wilayah Masjid Raya Al-Jabbar Gedebage Kota Bandung. Rencananya, Emil sendiri yang akan mendesain bangunan stasiun yang juga akan menghubungkan dengan kawasan GBLA.

Proyek kereta cepat akan menjadi kebanggaan nasional. Selain akan mendukung ekonomi kedua daerah, juga lahir kota baru di sepanjang transitnya. "Penduduk Jabar yang hampir 50 juta, dengan lahirnya kota baru akan menjadi titik pemerataan pertumbuhan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,