India masih Cari 39 Pekerja yang Diculik IS

India masih Cari 39 Pekerja yang Diculik IS

ilustrasi

New Delhi - India, Jumat (28/11/2014), mengatakan masih mencari 39 pekerja bangunan, yang diculik di Irak pada Juni, menyangkal laporan yang mengklaim mereka telah dibunuh kelompok Negara Islam (IS).
 
Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj mendesak keluarga pekerja itu tidak kehilangan harapan, meskipun tidak tahu keberadaan orang yang diculik kelompok keras tersebut di kota Mosul.
 
Dalam pidatonya di parlemen, Swaraj mengatakan "enam sumber" yang berbasis di Irak telah meyakinkannya bahwa para pekerja itu masih hidup.
 
"Setidaknya enam sumber telah mengatakan kepada kami bahwa mereka belum tewas. Kami tidak memiliki bukti ini, tetapi juga tidak ada bukti bahwa mereka meninggal," katanya kepada parlemen di tengah keributan para anggota parlemen oposisi atas laporan tersebut.
 
Jaringan TV STAR News Kamis malam mengutip dua pekerja Bangladesh yang mengklaim bahwa para gerilyawan telah mengeksekusi semua 39 orang India itu.
 
Orang-orang Bangladesh, yang juga diculik tetapi kemudian dibebaskan, mengaku telah berbicara dengan satu orang India yang melarikan diri dari kelompok itu dan yang menyaksikan pembunuhan.
 
Para pekerja konstruksi di antara puluhan warga negara asing disapu dalam serangan awal oleh kelompok itu pada Juni, ketika para gerilyawan menyerbu sebagian besar wilayah dan merampas Mosul.
 
"Kami belum mampu membangun kontak langsung dengan para sandera. Tetapi saya mendorong semua orang untuk tidak menerima laporan kematian mereka," kata Swaraj kepada majelis tinggi.
 
"Para warga negara Bangladesh yang dikutip dalam laporan itu bukan saksi mata ... Kami akan terus dengan pencarian kami bahkan jika hanya ada satu persen saja kemungkinan mereka masih hidup. Upaya kami untuk menemukan mereka kami lakukan siang dan malam," katanya.
 
Sekitar 46 perawat India juga terjebak dalam konflik dan dibebaskan pada Juli, namun belum ada terobosan dalam pencarian untuk pekerja konstruksi, yang sebagian besar dari keluarga miskin di Negara Bagian Punjab dan Haryana.
 
Para gerilyawan telah melakukan serangkaian eksekusi massal dan kekejaman lainnya terhadap penduduk setempat dan orang-orang asing sejak ofensif Juni.
 
Pasukan keamanan Irak sudah layu di bawah serangan awal, tetapi sekarang didukung oleh serangan udara yang dipimpin AS, penasihat internasional, milisi Syiah dan Suku Sunni, mulai mencakar kembali ke beberapa daerah.
 
Tetapi tiga kota utama - Mosul, Tikrit dan Fallujah - masih berada di tangan militan, masih menguasai desa-desa dan daerah-daerah lain. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:isis,