Jutaan Warga London Siap Demo Kedatangan Donald Trump

Jutaan Warga London Siap Demo Kedatangan Donald Trump

Demonstrasi warga London memprotes kedatangan Donald Trump pada 2018. (foto - Getty Images)

London - Lebih  dari  satu  juta  warga  London  bersiap  menggelar  demonstrasi  menyambut kedatangan  Donald Trump ke Inggris, pada Juni mendatang. Hal itu terungkap berdasarkan hasil survei yang dilakukan YouGov dan Universitas Queen Mary London.
 
Dilansir The Independent, Kamis (16/5/2019) sebanyak 13 persen dari 8 juta penduduk London menyatakan kemungkinan akan bergabung dengan massa demonstrasi. Jumlah itu merupakan yang terbesar dalam sejarah Inggris.
 
Sementara itu, satu dari lima orang berusia 18 hingga 24 tahun berharap dapat ikut dalam barisan massa di jalan-jalan, utamanya selama kunjungan kenegaraan Donald Trump yang dijadwalkan pada 3 hingga 6 Juni mendatang.
 
Survei itu juga menyatakan, warga London dari semua tingkatan usia menolak kedatangan Trump dengan selisih lebih dari dua banding satu. Yakni dengan 54 persen menolak dan 24 persen mendukung kunjungan tersebut.
 
Seperti diketahui, dalam kunjungannya pada tahun lalu, Trump menghindari Kota London karena tak ingin dihadapkan dengan pengunjuk rasa. Sementara dalam rencana kunjungan Juni nanti, Trump dan ibu negara Melania Trump, akan menikmati sambutan penuh kemegahan dan upacara kunjungan kenegaraan.
 
Termasuk juga jamuan yang dilangsungkan di Istana Buckingham, meski sejumlah tokoh politik terkemuka akan memboikotnya. Kunjungan itu akan bertepatan dengan upaya terakhir Perdana Menteri Inggris, Theresa May untuk melewati kesepakatan Brexit-nya.
 
Dalam kunjungan Juli 2018 saat bertemu May, diperkirakan 250 ribu orang mengglar protes di jalan-jalan pusat Kota London. Mengenai unjuk rasa yang terorganisir, 13 persen responden mengatakan mereka "sangat" atau "cukup" cenderung mengikuti unjuk rasa. Di mana 16 persen responden pendukung Partai Buruh, dan 20 persen pendukung Demokrat Liberal.
 
Pada prinsipnya, sekitar 54 persen warga London menentang kunjungan Donald Trump. Yakni 70 persen merupakan pemilih Partai Buruh dan 77 persen pemilih Demokrat Liberal menentangnya. Bahkan, sebanyak 26 persen pemilih Tory menentangnya.
 
Pidato kehormatan Trump di Westminster Hall juga ditolak setelah Ketua DPR Britania Raya John Bercow, memberlakukan larangan pada isu rasisme dan seksisme Trump. Dalam kunjungannya, Trump dijadwalkan berdialog dengan May di Downing Street.
 
Setelah itu, ia akan menghadiri pameran militer di Portsmouth untuk memperingati momen kritis dalam Perang Dunia Kedua pada 5 Juni. Perwakilan dari Kanada, Perancis, Australia, Selandia Baru dan sejumlah negara lain termasuk Jerman, juga diundang untuk menghadiri acara itu. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,