Dana Pendidikan Dipangkas, Guru dan Murid Demo di Brasil

Dana Pendidikan Dipangkas, Guru dan Murid Demo di Brasil

Guru dan murid gelar teatrikal dalam rangkaian demo anggaran pendidikan di Brasil. (foto - Associated Press)

Rio de Janeiro - Puluhan ribu  siswa,  guru  dan  peneliti  di seluruh  Brasil  turun  ke jalan, untuk memprotes pemotongan anggaran di sektor pendidikan dan pengeluaran yang dibekukan oleh pemerintah.
 
National Student Union adalah pihak yang menggagas demonstrasi setelah Departemen Pendidikan Brasil mengatakan, pihaknya membekukan hampir seperempat dari pengeluaran diskresi (kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi).
 
Pembatasan anggaran di seluruh layanan publik akibat krisis keuangan yang kini didera oleh Negeri Samba. Namun, para pengunjuk rasa menuding Presiden Jair Bolsonaro telah melakukan serangan ideologis terhadap dunia pendidikan, dan menggunakan dana dari pemotongan anggaran untuk menekan anggota Kongres agar mau menyetujui reformasi pensiun.
 
"Protes ini menentang apa yang terjadi di dalam Kementerian Pendidikan," kata Celso Napolitano, Presiden Federasi Guru Sao Paulo (Fepesp). "Pemotongan yang dilakukan terhadap universitas federal menunjukkan musnahnya produksi karya ilmiah di Brasil," lanjutnya.
 
Dilansir The Guardian, Jumat (17/5/2019) demonstrasi besar-besaran itu dilaksanakan serempak di 27 kota di seluruh Brasil. Di media sosial seperti Twitter dan Instagram, tanda pagar (tagar) "education tsunami" menjadi topik tren.
 
Puluhan ribu warga turun ke jalan protes anggaran pendidikan. (foto - AFP)
 
Di Sao Paulo misalnya, ribuan pengunjuk rasa menduduki pusat kota selama berjam-jam, meneriakkan "Bolsonaro out!", dan memegang spanduk bertuliskan "my weapon is my education" (senjata saya adalah pendidikan).
 
Marcus Vinicius, pria berumur 19 tahun adalah salah seorang demonstran dari sekelompok besar mahasiswa dari University of Sao Paulo, salah satu kampus paling bergengsi di Brasil. "Menteri mengatakan, kami hanya berpesta, saya ingin mengundangnya untuk datang ke sekolah kami dan melihat apa yang kami hasilkan setiap hari," kata Vinicius.
 
Vinicius dari jurusan manajemen publik menekankan, tempat dia mengenyam ilmu telah banyak melakukan sejumlah penelitian terutama untuk pasca sarjana. Dalam sidang kongres tentang keputusan Kementerian Pendidikan, Abraham Weintraub (Menteri Pendidikan) menyampaikan, "Tidak ada pemotongan, hanya kontinjensi (suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu lembaga, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang)".
 
Ia menambahkan, itu adalah bagian dari rencana penghematan pemerintah dan semua dana dapat dipulihkan jika ekonomi di Brasil tumbuh. Di sisi lain, politisi oposisi menuduh Weintraub dan pemerintahan Bolsonaro memanfaatkan dana dari pemotongan anggaran pendidikan untuk memajukan agenda mereka.
 
Di Brasil, anggaran untuk universitas dibagi menjadi dua, yakni pengeluaran wajib dan pengeluaran "bebas". Pengeluaran wajib meliputi gaji para pengajar (guru, dosen dan ilmuwan) dan dana pensiun yang tidak dapat dikurangi oleh pemerintah.
 
Sedangkan pengeluaran "bebas" mencakup tagihan air, listrik dan rusun untuk mahasiswa asing atau pekerjaan pemeliharaan gedung (seperti kampus, laboratorium dan sebagainya).
 
Pemotongan yang diumumkan akan memangkas 30 persen dana pada biaya pengeluaran diskresioner (biaya, yang dapat dinaikkan dan diturunkan sesuai dengan keputusan manajemen). Ini mewakili potongan sekitar 1,8 miliar dolar AS atau 3,4 persen dari total anggaran tahunan untuk universitas. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,