BNN Minta Sistem Dibenahi Pasca-Lapas Langkat Ricuh

BNN Minta Sistem Dibenahi Pasca-Lapas Langkat Ricuh

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai sistem yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Langkat Sumatera Utara buruk hingga kericuhan kembali terjadi.
 
Menurut Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko, harus dilakukan pembenahan sistem untuk membenahi masalah tersebut. Sebab, kasus kerusuhan hingga menyebabkan pembakaran lapas bukan yang pertama terjadi.
 
"Kasus pembakaran yang terjadi di Lapas Langkat, jelas itu juga menjadi perhatian kita," kata Heru, Jumat (17/5/2019). Menurutnya, pembenahan harus segera dilakukan agar kasus itu tak terjadi di tempat lain. "Harus segera dilakukan pembenahan agar tidak terulang," katanya.
 
Selama ini kata Heru, fenomena yang terjadi di dalam lapas di Tanah Air sudah dipantau pihaknya melalui deputi pemberantasan. Bukan hanya napi semakin liar, namun warga binaan yang ada di dalamnya masih dengan bebas melakukan pengendalian narkotika. 
 
"Dari beberapa pengungkapan yang kami lakukan, semua bermuara ke lapas. Yang terbaru kemarin, 200 kilogram sabu dikendalikan dari lapas Cirebon," tegasnya.
 
Heru menyatakan, pihaknya sudah melaporkan masalah itu ke Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) sejak setahun belakangan. Namun, perbaikan sistem tak juga kunjung dilakukan sehingga terus menimbulkan kejadian. 
 
"Kami bicarakan formula untuk menanggulanginya sudah setahun ini berjalan. Harapannya perbaikan sistem untuk memutuskan mata rantai jaringan mereka," katanya.
 
Namun, hingga masalah ini kembali muncul perbaikan sistem belum juga dilakukan. Beberapa napi yang menjadi operator dan playmaker masih belum juga dipindahkan ke lapas Nusakambangan. "Akibatnya ya seperti ini, napi masih bebas menjadi operator dan di sisi lain muncul kerusuhan," tambah Heru.
 
Perbaikan lain juga harus membenahi masalah sipir karena selama ini mereka yang membantu para napi untuk dapat hidup bebas di dalamnya. "Kami juga sudah meminta Dirjen PAS untuk menindak tegas keterlibatan sipir, jangan hanya sanksi disiplin. Apalagi selama ini kami sudah memproses beberapa kalapas terkait pencucian uang". (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,