Lapas Langkat Berkapasitas 915 Orang Dihuni 1.635 Narapidana

Lapas Langkat Berkapasitas 915 Orang Dihuni 1.635 Narapidana

Lapas Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumut saat terjadi kerusuhan. (foto - ist)

Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengakui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatera Utara yang rusuh, kelebihan kapasitas penghuni (over capacity).
 
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengatakan, saat kerusuhan terjadi jumlah penghuni Lapas Langkat berdasarkan sistem data pemasyarakatan (SDP) adalah 1.635 orang.
 
"Padahal kapasitas lapas seharusnya hanya untuk 915 orang," kata Utami dalam keterangannya. Kerusuhan di Lapas Langkah pada awalnya dipicu oleh penemuan narkoba jenis sabu oleh petugas lapas.
 
Petugas langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres Langkat yang menindaklanjutinya dengan pemeriksaan langsung. Menurut Utami, hal itulah yang diduga memprovokasi sejumlah narapidana untuk melakukan perlawanan, yang berujung pada pemberontakan hingga menjebol pintu lapas.
 
Ditambah lagi jumlah petugas yang sangat tidak seimbang dengan jumlah hunian. Rusuh mulai terjadi ketika polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap narapidana yang terlibat peredaran narkoba.
 
Namun, Kemenkumham masih menyelidiki dan mendalami penyebab pasti pemicu kerusuhan itu. "Penyebab pasti dari kejadian itu masih dalam penyelidikan dan pendalaman, sedangkan jumlah pasti warga binaan masih kami inventarisir," katanya.
 
Mengenai banyaknya narapidana yang melarikan diri pada saat terjadi kerusuhan, menurutnya Kemenkumham sudah berkoordinasi dengan TNI dan kepolisian untuk mencari mereka yang belum tertangkap.
 
"Adanya napi yang melarikan diri juga sudah kami koordinasikan dengan TNI dan pihak kepolisian untuk dilakukan pengejaran. Selain itu juga dilakukan oleh jajaran
petugas pemasyarakatan wilayah Sumatera Utara,” ujar Utami. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,