Ratusan Warga Geruduk Yayasan Aliran Sesat di Sukabumi

Ratusan Warga Geruduk Yayasan Aliran Sesat di Sukabumi

Situasi di sekitar yayasan yang diduga aliran sesat di Desa Karawang Kabupaten Sukabumi. (foto - ist)

Sukabumi - Sebuah  yayasan  yang  diduga  menyebarkan  aliran  sesat yang  berada  di kantor  desa  diadukan  ratusan warga dan santri dari sejumlah ponpes di Desa Karawang Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/5/2019) malam.
 
Dalam aksi tersebut sejumlah tokoh agama dan masyarakat pun turut hadir, mereka bermediasi disaksikan aparat kepolisian, TNI dan muspika setempat. Warga mengungkap sempat mendatangi lokasi yayasan yang dikelola oleh Ustaz A, dan seorang perempuan berinisial S.
 
"Yayasan di tempat itu sudah cukup lama, antara 7 sampai 8 bulan. Sejumlah saksi (warga dan santri) yang pernah datang ke sana menemukan bong sabu dan botol bekas minuman keras," kata Ustaz Deris Iskandar, pimpinan Pondok Pesantren Al'Araf.
 
Warga dan santri pun sempat beberapa kali melakukan pengusiran terhadap pengelola yayasan, namun upaya itu mendapat tentangan dari pria berinisial R sebagai pemilik lahan. "Pihak yayasan  malah membela dan laporan ke yang lain, padahal duduk perkaranya sendiri sudah jelas," katanya.
 
Sementara itu, Ketua MUI Desa Karawang Usep membenarkan kedatangan warga untuk mengadukan adanya dugaan aliran sesat di wilayah mereka. Namun, ia meminta seluruh pihak untuk bertabayun dan menerima informasi secara utuh.
 
"Kita dengar bersama saat proses mediasi (tentang aliran sesat) statusnya memang belum jelas. Dasarnya ketika menerima satu informasi harus ditabayunkan dan berdasarkan saksi dan bukti otentik," katanya.
 
Mengenai aliran lima agama dijadikan satu, Usep juga meminta semua pihak untuk mendengar langsung dari orang yang dituduh dalam menyebarkan agama tersebut.
 
"Harus mendengar dulu keterangan dari yang bersangkutan, kalau memang benar ada aliran seperti itu jelas menyimpang dalam menurut itu murtad harus syahadat lagi. Soal akidah dan tauhid itu harga mati," tegas Usep.
 
Kapolsek Sukabumi AKP Dedy Suryadi menyatakan, kedatangan warga memang untuk mengadukan adanya aliran sesat di wilayahnya. "Warga mengadukan adanya dugaan aliran sesat, namun soal penyimpangan agama kita serahkan kepada ahlinya atau MUI," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,