Marinka, "Pakai Bahasa Halus Jangan Nyelekit"

Marinka,

Chef Marinka.(Foto:Net)

Jakarta - Menjadi salah seorang juri terhadap berbagai jenis makanan atau masakan, tampaknya tidak begitu mudah untuk dilakukan. Apalagi makanan atau masakan yang akan dinilai merupakan hasil oloahan yang dilakukan anak-anak, khususnsya di ajang "Junior MasterChef Indonesia Season 2".
 
Dalam kompetisi masak-memasak khusus anak-anak tersebut, perlakuan khusus dalam menilai atau  mengomentari peserta harus benar-benar diperhatikan.
 
"Karena saya berhadapan dengan anak-anak, maka sebisa mungkin berbagai komentar yang disampaikan akan jauh lebih halus," aku Chef Marinka di Jakarta, Jumat (28/11).
 
Menurut chef cantik berusia 34 tahun itu, cara berbicara dan memberi berkomentar itu memang sangat penting. Sebab mood anak-anak mudah berubah, sehingga bahasa yang digunakan harus diperhatikan agar tidak "nyelekit".
 
"Misalnya, apabila mengomentari makanan atau masakan yang dipresentasikan peserta rasanya hambar. Maka jangan gunakan kata seperti 'ini kayaknya kurang asin deh'. Namun, coba pakai bahasa yang tidak menyakiti, seperti 'makanannya sudah enak, tapi akan lebih pas kalau ditambahkan garam lagi'," katanya. (Jr.)**
 
 
.

Categories:Hiburan,