Tempat Kos Pijat Plus - plus Dirazia Satpol PP Kota Bandung

Tempat Kos Pijat Plus - plus Dirazia Satpol PP Kota Bandung

Satpol PP Kota Bandung merazia tempat kos dan rumah makan. (foto - SatpolPPbdg)

Bandung - Tempat  kosan  di  Jalan  Kembar  dan  rumah  makan  yang  berada  di  Jalan  BKR  terkena razia  Satuan  Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dalam operasi cipta kondisi Ramadhan, pada Selasa 21 Mei 2019 malam.
 
Dalam operasi kali ini, Satpol PP menengarai rumah makan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda). Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada mengatakan, pihaknya menjaring tempat kos, yang diduga menawarkan pijat plus-plus.
 
"Ada pengaduan dari warga di wilayah Jalan Kembar, di sana ada kos-kosan yang para penghuninya menawarkan jasa pijat plus-plus," katanya, Rabu (22/5/2019).  Dari lokasi, Satpol PP Kota Bandung mengamankan sedikitnya empat orang. Mereka kemudian dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata dan dilakukan pembinaan.
 
Setelah dilakukan pendataan, ternyata keempat orang tersebut terlibat perbuatan menawarkan jasa pijat plus-plus melalui online. "Kami assessment (data) mereka, dilakukan pembinaan dan bikin pernyataan, jika terbukti lagi kita akan tindak lebih lanjut," katanya.
 
Sementara itu di kawasan Jalan BKR, Satpol PP Kota Bandung menemukan sebuah rumah makan yang menyediakan fasilitas karaoke. Rumah makan tersebut setelah diperiksa tidak memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
 
Berdasarkan aturan Dinas Pariwisata lanjut Mujahid, rumah makan tidak diperkenankan dilengkapi dengan fasilitas karaoke. "Ada beberapa dari mereka yang mengaku sebagai LC (ladies club) di tempat hiburan yang saat ini tutup," katanya.
 
Untuk memastikan pelanggaran Perda di bulan Ramadhan tidak terjadi lagi, Satpol PP Kota Bandung akan rutin menggelar operasi cipta kondisi selama Ramadhan. Satpol PP juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan.
 
"Tugas kami menegakkan Perda, sudah menjadi tugas pokok kami setiap hari akan patroli dan monitoring. Juga menindak pengaduan warga, terkait adanya indikasi yang mengganggu kekhusyuan warga saat ibadah," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,