Ancam Ledakkan Bom di Trump Tower Pemuda AS Dibekuk

Ancam Ledakkan Bom di Trump Tower Pemuda AS Dibekuk

Pihak kepolisian siaga di sekitar Trump Tower. (foto - Getty Images)

New York - Seorang  pemuda  asal  New  Jersey  ditangkap  pihak kepolisian Amerika Serikat (AS) atas dugaan mendukung kelompok teror di New York. Jaksa federal mengatakan, pelaku berusia 20 tahun itu dituduh mengancam akan meledakkan Trump Tower dan Konsulat Israel di kota itu.

Dilansir NBC News, Kamis (23/5/2019), Jonathan Xie dari Basking Ridge, sekitar 40 mil di luar Manhattan didakwa dengan dua tuduhan berupaya memberikan dukungan material kepada organisasi teroris yang ditunjuk. Yakni tuduhan membuat pernyataan palsu dan satu tuduhan melakukan ancaman. Demikian menurut pernyataan dari Kantor Pengacara AS di New Jersey.

Pada akhir bulan lalu, tak lama setelah unit pengawasan FBI mengamati Xie di luar Trump Tower di New York City, Xie mengunggah dua foto bangunan ke akun Instagram miliknya. Satu di antaranya bertuliskan "Saya ingin mengebom Menara Trump" terpampang di foto, dan yang lain disertai "(S) apakah saya akan membom Menara Trump," jajak pendapat "Ya / Tidak", bersama dengan emoji bom.

Xie kemudian mengunggah di Instagram: "Oke, jadi saya pergi ke NYC hari ini dan melewati Trump Tower kemudian mulai berpikir tentang pemboman. Saya membayangkan ledakan itu akan membunuh Trump lalu saya mulai tertawa histeris".

"Aku lupa mengunjungi kedutaan Israel di NYC ... aku ingin mengebom tempat ini bersama dengan Trump Tower," tambah Xie. Pihak berwenang mengatakan, Xie tidak mengembangkan plot serangan spesifik, tetapi FBI telah mengawasinya jauh sebelum kunjungannya ke New York menuju Trump Tower.

Sebuah pernyataan dari Konsulat Jenderal Israel mengatakan, konsulat tidak mengomentari masalah keamanan. Namun, bekerja erat dengan penegak hukum dan "memiliki kepercayaan penuh pada mereka".

Menurut kantor pengacara AS, pada Desember tahun lalu Xie mengirim 100 dolar AS kepada seseorang di Gaza, yang ia yakini sebagai bagian dari faksi Hamas "yang telah melakukan serangan, termasuk pemboman bunuh diri terhadap sasaran sipil di Israel".

"Baru saja menyumbangkan 100 dolar AS untuk Hamas. Cukup yakin itu ilegal tetapi saya tidak peduli," demikian bunyi unggahan statusnya di Instagram.

Seorang karyawan FBI yang dalam penyamaran mengatakan, Xie mengirim tautan ke situs web yang disebutnya sebagai situs web Hamas. Bersama dengan tangkapan layar yang menunjukkan cara menggunakan fitur untuk mengirim sumbangan dalam bitcoin ke grup.
 
"Xie lalu menggunakan situs itu untuk mengirim Hamas 20 dolar AS dalam bitcoin untuk melihat apakah fitur tersebut berfungsi," sebu jaksa. Ditanya dalam video April Instagram Live apakah ia akan melakukan perjalanan ke Gaza dan bergabung dengan Hamas, Xie diduga menjawab, "Jika saya bisa menemukan jalan".
 
Dalam video yang sama, ia memamerkan bendera Hamas dan pistol. Penyelidik menentukan bahwa senjata itu kemungkinan terdaftar atas nama ayah Xie. Lalu dalam video lainnya, dia mengungkapkan bahwa dirinya akan ikut pawai orang Israel dan melakukan penembakan.
 
"Saya akan pergi ke pawai pro-Israel dan menembak semua orang," tegas Xie. "Saya ingin menembak demonstran pro-Israel ... Anda bisa menggunakan senjata dan menembak langsung atau menggunakan kendaraan dan menabrak mereka," beberanya dalam posting di akun Instagram miliknya.
 
"Saya tidak peduli jika pasukan keamanan mengejar saya," tulisnya. "Mereka harus menembakkan peluru di kepalaku untuk menghentikanku". Tak hanya itu, Xie juga pernah melontarkan ancaman untuk menyerang acara musik Coachella. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,