Dua Mucikari Prostitusi Online di Garut Terancam 15 Tahun Bui

Dua Mucikari Prostitusi Online di Garut Terancam 15 Tahun Bui

Dua mucikari prostitusi online mendekam di ruang tahanan Polres Garut.

Garut - Dua tersangka mucikari berinisial TA (44) dan SA (18) dalam kasus prostitusi online yang dijaring di penginapan dan karaoke kawasan Cipanas Garut, pada Jumat 24 Mei malam, terancam hukuman penjara selama 15 tahun.
 
Menurut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, kedua mucikari itu melanggar tiga pasal berbeda, yakni Pasal 296 junto Pasal 506 KUHP dan Undang-undang ITE serta Pasal 45 junto 28, karena mereka menyebarkan gambar tak senonoh melalui media sosial lewat aplikasi "Michat ".
 
"Memang ada tiga pasal yang kita kenakan, UU ITE dan undang-undang perlindungan anak, karena di antara PSK yang dijajakannya masih di bawah umur, " katanya, Minggu (26/5/2019).
 
Menurut Budi, keduanya saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Garut dan menjalani pemeriksaan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
 
"Ancaman hukumannya bagi kedua mucikari itu maksimal 15 tahun penjara," tegas Budi. TA dan SA digerebek polisi saat melakukan transaksi prostitusi  di salah satu penginapan dan tiga kamar lainnya dalam satu kawasan di Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler Garut.
 
Mereka dibekuk pada Jumat 24 Mei 2019 malam lalu bersama 13 orang lainnya yang terlibat dalam prostitusi online. "Mereka tertangkap setelah bertransaksi, para PSK sedang melayani para lelaki hidung belang," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,