Selebgram Asal Jambi Dibekuk Jualan Liquid Vape Narkoba

Selebgram Asal Jambi Dibekuk Jualan Liquid Vape Narkoba

Selebgram Asal Jambi Dibekuk Jualan Liquid Vape Narkoba. (foto - ist)

Jambi - Seorang mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu universitas ternama di Jambi diringkus Ditresnarkoba Polda Jambi bersama Bea Cukai Jambi. Zarfan (22) ditangkap akibat mengedarkan narkotika jenis ganja cair liquid vape.
 
Menurut Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta, oknum mahasiswa itu mengedarkan narkotika asal Inggris. Tersangka telah lama menjadi selebgram (selebriti Instagram) vape, dan dikontrak oleh empat perusahaan baik dalam maupun luar negeri.
 
"Salah satu perusahaannya dari Inggris. Barang tersebut kali pertama diedarkan di Jambi dan belum sempat terjual," kata Eka, Senin (27/5/2019).
 
Menurutnya, dalam transaksi barang haram itu pelaku dijanjikan keuntungan 300 dolar AS per bulannya. "Bentuknya untuk rokok jenis elektrik. Jadi, kalau terjual semua lumayan nantinya keuntungan yang didapat pelaku lumayan besar".
 
Dari pengakuan pelaku lanjut Eka, ia menjadi selebgram Vape sejak 2015 lalu. Ia menerima upah dari perusahaan yang meneken kontrak sebelum dari Inggris sebesar Rp 4 juta. "Sejak akhir 2015 mulai merintis sampai sekarang," tegas Eka.
 
Sementara itu, Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Jambi Pangestu mengakui pihaknya bersama jajaran Ditresnarkoba Jambi yang melakukan penggerebekan di rumah pelaku kawasan Alambarajo Kotabaru, akhir pekan lalu.
 
Awalnya tim Bea Cukai Jambi mendapatkan informasi adanya pengiriman barang, yang diduga narkotika dari Inggris dengan tujuan Jambi. Tim lalu berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jambi, untuk menelusuri keberadaan pengiriman barang haram itu.
 
Setelah dideteksi, pengiriman tersebut melalui kantor pos dengan alamat pelaku. "Saat diamankan di lantai dua rumahnya, tidak ada perlawanan pelaku," kata Pangestu.
 
Setelah digeledah, petugas menemukan satu kotak kecil berisikan sembilan botol liquid yang berisikan zat addictive yang sudah terbuka. Atas perbuatannya, oknum mahasiswa itu bakal lebaran di balik jeruji besi Polda Jambi, dan terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,