Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian C

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian C

Lokasi tenggelamnya tiga bocah di bekas tambang Galian C di Ambon Maluku engah. (foto - ist)

Ambon - Tiga bocah tewas tenggelam di kolam bekas tambang galian C yang dipenuhi air laut lalu terseret ombak ke tengah laut di Pantai Wayari Kecamatan Salahutu Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah.
 
"Kejadian yang menimpa tiga bocah itu sekitar pukul 15.00 WIT saat mereka sedang berenang di Pantai Wayari Desa Suli," kata Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy di Ambon, Selasa (28/5/2019) malam.
 
Diketahui, korban tewas tenggelam bernama Michela Selempang (8) dan Aditia Suitela (9) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Selain itu, Priska Nanlohy (12), siswi pada salah satu SLTP di daerah itu.
 
Menurut Julkisno, kejadiannya berawal sekitar pukul 14.00 WIT saksi Adriana Nanlohy dari rumah yang berada di Dusun Wayari membawa anaknya Priska Nanlohy (korban), Michel Salempang (korban) dan Aditia Suitela (korban) untuk pergi mencari bia di Pantai Wayari.
 
Setibanya di kawasan pantai, mereka mencari bia bersama tetapi selang beberapa menit para korban pun meminta izin kepada Andriana (orangtua Priska Nanlohy) untuk mandi atau berenang di pantai.
 
Saksi Andriana baru sadar kalau ketiga korban sudah mengalami kecelakaan saat mendengar teriakan minta tolong. "Saat itulah saksi baru tahu anaknya bersama kedua temannya telah tenggelam. Ia lalu panik dan meminta tolong. Sejumlah warga membantu menyelamatkan korban, namun tidak berhasil karena telah meninggal dunia," katanya.
 
Sementara saksi William Alerbitu (56) kepada polisi menjelaskan, korban diajak Andriana ke pantai mencari bia. Namun mereka meminta izin berenang dan akhirnya ditemukan telah meninggal dunia akibat tenggelam.
 
"Seorang anak bernama Brian Bintoing memberitahukan kepada saya, ada orang yang tenggelam lalu dari situlah saya bersama Bily Alerbitu dan salah satu orangtua korban, An Nanlohy langsung pergi ke lokasi kejadian," tegas Julkisno seperti dipansir Antara.
 
Ternyata ada empat anak yang tenggelam, termasuk anak saksi William bernama Nolen Alerbitu, sehingga ia langsung berusaha menolong empat anak itu. Namun hanya seorang anak yang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga korban lainnya diseret ombak ke tengah laut.
 
William berusaha mengambil perahu untuk menyelamatkan ketiga teman korban, namun terlambat karena sudah meninggal dunia saat ditemukan. Mereka lalu meminta bantuan Kanwil Kemenkum HAM, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk membawa korban ke rumah.
 
Pihak kepolisian juga meminta keterangan dari tiga orang saksi lainnya, yakni Marten Hingga Tanduk Allo (16) yang juga mencari bia di pantai dan mendengar teriakan minta tolong dari korban Nolen Alerbitu dan berhasil menolongnya, saksi Bily Alerbitu (16) serta sasksi Stevanus Somar (16).
 
Stevanus berada di pantai itu untuk mencari bia bersama seorang temannya berenang ke tengah laut menyelamatkan Fika Nanlohy. Namun, sayang korban telah meninggal dunia. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,