WNA Inggris Penampar Staf Imigrasi Huni LP Kerobokan

WNA Inggris Penampar Staf Imigrasi Huni LP Kerobokan

Auj-e Taqaddas, warga Inggris yang terlibat kasus penamparan staf Imigrasi Bali. (foto - ist)

Denpasar - Auj-e Taqaddas, warga Inggris yang terlibat kasus penamparan staf Imigrasi Bali, akhirnya dieksekusi kejaksaan ke Lapas Perempuan Kerobokan Badung, Rabu 29 Mei.

"Setelah ada putusan banding dari Pengadilan Negeri pada 8 Mei, terdakwa menjalani eksekusi hukuman pidana sesuai perundang-undangan mulai hari ini selama enam bulan," kata Kasi Intel Kejari Badung Waher Tulus Jaya T di Denpasar, Kamis (30/5/2019).

Waher Tulus menyatakan, terpidana Auj-e Taqaddas mengalami perubahan sikap signifikan tidak seperti saat sebelumnya, sehingga semua proses administrasi berjalan lancar. Selama ini, terpidana berada di Rudenim dalam waktu yang cukup lama karena tidak memiliki tempat tinggal, sanak saudara dan kelengkapan lainnya selama dalam kasus ini.

Kedatangannya di Lapas Perempuan, Auj-e Taqaddas ditemani oleh pengacaranya, Ivonne Juliani Veronica Purba. Menurut pengacaranya, Auj-e Taqaddas mengakui kesalahannya dan perlu kepastian hukum untuk dapat menerima dirinya bersalah. "Ia bilang minta maaf, saya salah, saya emosi dan saya wanita," tegas Ivonne.

Ia mengatakan, klien-nya merasa tenang ketika ditemani pengacaranya, meski untuk hal pribadi pengacaranya wajib mendampingi napi. Akhirnya, Auj-e Taqaddas menjalani masa eksekusi hukuman di ruang Isolasi bersama lima WNI lainnya selama satu minggu, sebelum dipindahkan ke ruang sel masing-masing.

Seperti diketahui, Auj-e Taqaddas melakukan penamparan terhadap petugas Imigrasi Ngurah Rai, Ardiansyah. Saat itu, Taqaddas merasa tidak terima pasportnya ditahan karena izin tinggalnya telah melebihi batas waktu (overstay).

Saat diberikan pemahaman, Taqaddas tidak mengikuti dengan baik hingga menampar petugas tepat pada bagian pipi. Akibat kejadian itu, ia langsung dilaporkan ke bidang Wasdakim dan dikirim ke kantor Imigrasi Ngurah Rai. 
 
Setelah mengakui perbuatannya dan melalui proses hukum hingga mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bali, Taqaddas resmi divonis enam bulan penjara, karena terbukti bersalah atau melanggar pasal 212 ayat 1 KUHP. (Jr.)**

 

.

Tags:,