Semrawutnya PKL Warnai Malam Takbiran di Kota Bandung

Semrawutnya PKL Warnai Malam Takbiran di Kota Bandung

Petugas tertibkan para pedagang (PKL) di kawasan Jalan Diponegoro Bandung. (foto - Humas)

Bandung - Meningkatnya   jumlah  pedagang  kaki  lima  (KL)  di  sejumlah  wilayah  menambah  suasana  semrawut  pada malam takbiran di Kota Bandung. Para PKL antara lain menjajakan dagangannya di Jalan Diponegoro dan beberapa titik di kawasan alun-alun.
 
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana saat meninjau beserta sejumlah pimpinan OPD di Kota Bandung menyesalkan, adanya kesemrawutan para pedagang tersebut. Meski secara umum malam takbir di Bandung berjalan lancar.
 
"Masyarakat merayakan malam ini dengan baik. Pantauan kita lancar-lancar saja," katanya, Selasa (4/6/2019) malam. Namun ia cukup menyesalkan adanya ketidakaturan di kawasan Diponegoro dan sejumlah titik keramaian lainnya.
 
Sebut saja di kawasan alun-alun, Yana melihat masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. "Di alun-alun ini, memprihatinkan perilaku masyarakat membuang sampah. Kita imbau terus utuk menjaga kebersihan kota ini," katanya.
 
Di ruas Jalan Diponegoro, Yana mengaku kesal dengan banyaknya PKL Moko (mobil toko) yang tidak beraturan. "Sepintas kita lihat ada ketidaktertiban pedagang di badan jalan, kita juga imbau karena menyebabkan kemacetan," tegasnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna yang juga ikut memantau di malam takbiran tersebut menyatakan, dirinya menyayangkan beberapa PKL Moko yang tidak memikirkan dampak pada aktifitas warga lainnya.
 
"Memang kegiatan ekonomi di sana (Diponegoro) bagus, tapi mereka harus melihat jangan sampai hanya untuk kepentingannya saja, tanpa memikirkan dampak ke warga lain. Di Trunojoyo juga sama ada ketidakaturan. Kalau berbicara aturan jelas mereka melanggar," katanya.
 
Untuk itu ke depannya lanjut Ema, Pemkot akan menyiapkan sejumlah alternatif semacam tempat berjualan kepada para PKL Moko tersebut. Sehingga di waktu Ramadhan dan Lebaran mendatang tidak akan sesemrawut seperti sekarang.
 
"Ke depan harus ada alternatif lokasi, misalnya di Taman Maluku atau tempat lainnya, yang penting persoalan malam ini tidak boleh terjadi lagi untuk ke depannya," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,