Sembilan Menteri Sri Lanka dan Wakilnya Mengundurkan Diri

Sembilan Menteri Sri Lanka dan Wakilnya Mengundurkan Diri

Sembilan menteri Sri Lanka dan wakilnya undur diri dari jabatannya. (foto - Getty Images)

Kolombo - Sedikitnya sembilan menteri muslim Sri Lanka dan wakil mereka mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah itu diambil setelah mereka menilai, pemerintah gagal menjamin keamanan komunitas muslim di negara itu pasca-serangan bom Paskah yang terjadi. pada Minggu 21 April.
 
Keputusan itu diambil setelah beberapa biksu garis keras Budha, termasuk Galagoda Aththe Gnanasara Thero mengatakan, saatnya bagi pemerintah memecat gubernur dan seorang menteri yang beragama muslim.
 
Gnanasara yang telah lama dituduh menghasut kejahatan dan kebencian terhadap kaum muslim, dibebaskan dari penjara atas amnesti presiden pada bulan lalu.
 
Dilansir Al Jazeera, Selasa (4/6/2019) surat pengunduran diri sembilan menteri dan dua gubernur provinsi itu datang setelah ribuan orang yang dipimpin para biksu Buddha mulai berdemonstrasi pagi ini di pusat Kota Kandy, 115 kilometer sebelah timur Ibukota Sri Lanka, Kolombo.
 
Tiga pekan lalu, kelompoknya menghancurkan properti milik muslim yang menurutnya sebagai balasan atas peristiwa teror bom Paskah. "Sangat mengganggu melihat politisi muslim dipaksa mengundurkan diri dari jabatan mereka atas dasar tuduhan yang tak terbukti," kata Direktur Proyek Sri Lanka International Crisis Group, Alan Keenan.
 
"Ini menjadi preseden yang meresahkan terutama di Sri Lanka, di mana pelanggaran berulang terhadap hak-hak minoritas dan pembangkang politik, yang telah berkontribusi langsung pada dekade kekerasan politik ekstrem di Sri Lanka," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,