Bentrokan di Buton 2 Orang Tewas 8 Luka 87 Rumah Hangus

Bentrokan di Buton 2 Orang Tewas 8 Luka 87 Rumah Hangus

Sedikitnya 87 rumah warga hangus saat bentrokan dua desa Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton Sultra. (foto - ist)

Baubau - Bentrokan  warga  Desa  Gunung  Jaya  dan  Desa  Sampuabalo  Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu 5 Juni, telan korban jiwa. Dinas Kesehatan Kabupaten Buton melaporkan, dua korban meninggal dunia dalam insiden itu dan delapan lainnya luka-luka.
 
Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Buton Djufri menyatakan, korban yang meninggal antara lain karena luka benda tajam saat bentrokan terjadi. Sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka, akibat terkena busur atau benda tajam lainnya.
 
"Kami belum bisa memastikan lebih terperinci karena masih dalam pemeriksaan. Ada korban yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palagimata Kota Baubau," kata Djufri, Kamis (6/6/2019) malam.
 
Untuk mengantisipasi para korban kerusuhan, Dinkes Buton telah mengambil langkah dengan membuka pelayanan 1 × 24 jam di puskesmas terdekat. Terutama Puskesmas Siontapina Kombewaha Lasalimu Selatan dan Puskesmas Wolowa.
 
"Kami dari Dinkes sudah berupaya untuk mengambil sejumlah langkah, yang tidak bisa kita tangani di puskesmas. Dengan demikian, korban kami rujuk ke rumah sakit," katanya.
 
Sejauh ini, pihaknya belum kembali memastikan jumlah korban akibat bentrokan yang juga menyebabkan 87 rumah warga di Desa Gunung Jaya itu terbakar. Sementara aparat TNI-Polri masih melakukan pengamanan di dua desa untuk mencegah bentrokan susulan.
 
Sebelumnya, Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto memastikan pelaku pembakaran 87 rumah di Desa Gunung Jaya Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton akan ditangkap. Saat ini yang terpenting menenangkan warga di dua desa yang terlibat bentrokan hingga tidak terjadi lagi.
 
"Saya datang ke Gunung Jaya untuk menenangkan warga. Tolong berikan kepercayaan kepada TNI-Polri untuk melakukan tindakan. Sebagai Kapolda saya menjamin untuk itu akan kami tegakkan hukum, dan siapa pelakunya kita tindak," tegas Brigjend Pol Irianto.
 
Menurut Kapolda, polisi bersama TNI akan mencari siapa provokator yang menyebabkan warga Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo bentrok, termasuk pelaku pembakaran. Oleh karena itu, ia meminta warga Desa Gunung Jaya tidak terpancing dan terprovokasi untuk melakukan aksi balas dendam, dengan menyerang warga Desa Sampuabalo. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,