72 Ribu Lebih Kendaraan Lewati Nagreg Hari Kedua Lebaran

72 Ribu Lebih Kendaraan Lewati Nagreg Hari Kedua Lebaran

Jalur Cicalengka arah Nagreg padat merayap di hari kedua Lebaran. (foto - @agunggsutrisna)

Bandung - Arus  kendaraan  yang   melintas  di  jalur  Nagreg  Kabupaten  Bandung  merayap  pada  hari  kedua  Lebaran. Peningkatan volume kendaraan tersebut merupakan paduan antara pemudik lokal dan arus wisatawan, yang melintas ke arah timur wilayah Jawa Barat.
 
Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo menyatakan, lebih dari 72 ribu kendaraan ke dari Cicalengka arah Nagreg padat merayap. Ribuan kendaraan itu didominasi arus wisatawan, yang mulai bergerak ke arah Cipanas Garut maupun Pangandaran.
 
"Terhitung dari pukul 00.00 dinihari hingga pukul 15.00 WIB, data yang terhitung lebih dari 72.600  kendaraan melewati jalur Nagreg. Untuk kendaraan yang melintas tetap didominasi kendaraan roda dua mencapai 62 persen. Sedangkan untuk kendaraan pribadi sekitar 30 persen," katanya, Kamis (6/6/2019).
 
Eric memperkirakan, kepadatan di jalur Nagreg akan terjadi hingga Sabtu dan Minggu mendatang. Pasalnya, arus para pemudik lokal dan arus wisatawan akan berbenturan dengan arus balik Lebaran 2019.
 
"Kita antisipasi nanti hari Sabtu, karena pemudik lokal maupun arus wisatawan masih deras dari arah Bandung. Ini akan berbenturan dengan arus balik dari arah Jawa menuju Bandung melalui Limbangan dan juga Kadungora," tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala pos pengamanan (Kapospam) jalur Cikaledong Kabupaten Bandung Kompol Sudrajat menyatakan, kendaraan yang memadati jalur perlintasan Nagreg merupakan wisatawan yang hendak ke arah timur Jabar.
 
Ia mengatakan, para wisatawan tersebut menuju sejumlah tempat wisata di kawasan Garut maupun Pangandaran untuk mengisi libur lebaran. "Mayoritas mereka berekreasi. Sasaran utama Pangandaran melalui jalur Limbangan," katanya.
 
Hingga hari kedua Lebaran, para pemudik belum banyak terlihat melintas di jalur Cikaledong. Hal itu bisa terlihat dari ciri-ciri kendaraan yang digunakan pemudik. "Yang mudik ada tapi sangat jarang. Terpantau dari ciri-ciri kendaraanya, seperti barang-barang di atas kap mobil," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,