Jalur Nagreg Sempat Lumpuh, Dilintasi 105 Ribu Kendaraan

Jalur Nagreg Sempat Lumpuh, Dilintasi 105 Ribu Kendaraan

Jalur Nagreg sempat lumpuh dilintasi 105 ribu kendaraan hingga Jumat dinihari. (foto - @tmclantasgarut)

Bandung - Arus  kendaraan yang  melintasi  jalur  Nagreg  menuju  arah Limbangan  maupun Garut  sempat  mengalami lumpuh total. Kapasitas jalan yang tak bisa mengimbangi volume kendaraan tersebut menyebabkan arus lalin terhenti, hingga terjadi antrean kendaraan cukup panjang.
 
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengungkapkan, hingga Jumat dinihari sedikitnya 105 ribu kendaraan tercatat melintasi jalur Nagreg, yang menuju ke arah timur wilayah Jawa Barat.
 
"Kemarin, antara jam 10 dan 12 malam sempat terjadi kelumpuhan untuk beberapa waktu, karena kondisi di jalur Limbangan dan Garut terjadi kelebihan kapasitas antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan yang ada," kata Zeis, Jumat (7/6/2019).
 
Berdasarkan analisa yang dilakukan Dishub, volume lalin yang melintasi jalur Nagreg merupakan pergerakan arus mudik lokal. Arus mudik itu hanya mengambil jarak pendek, seperti jalur Bandung - Garut dan Bandung - Tasikmalaya maupun sebaliknya.
 
"Ini bercampur dengan wisata. Bisa dibayangkan, weekend biasa saja terjadi kepadatan di jalur ini, apalagi sekarang ditambah momentum libur lebaran," katanya.
 
Sementara itu, antrean panjang kendaraan terjadi di ruas jalan Majalengka - Talaga hingga mencapai kurang lebih 8 kilometer, pada Jumat dinihari. Kepadatan volume lalu lintas itu diperkirakan bakal berlangsung hingga akhir pekan.
 
Kapolsek Maja Iptu Mulyono menyebutkan, antrean kendaraan diduga terjadi akibat arus mudik lokal warga, yang hendak bersilaturahmi dengan sanak saudara pada momen lebaran tersebut.
 
Antrean kendaraan terjadi dari Desa Tegalsari Kecamatan Maja, tepatnya di tanjakan setelah Jembatan Cideres hingga Blok Jumat Desa Maja Utara. Kemacetan di titik itu terjadi dari dua arah mulai pukul 14.00 WIB.
 
Sedangkan antrean cukup panjang kendaraan dari arah Majalengka, tepatnya terjadi di Desa Tegalsari hingga tanjakan Kawunghilir Kecamatan Majalengka.
 
"Pada umumnya antrean panjang kendaraan itu berasal dari arah Majalengka menuju Talaga. Kemacetan terjadi siang hingga menjelang sore hari kemungkinan mereka yang pulang bersilaturahmi,” kata Mulyono.
 
Untuk mengurangi terjadinya antrean panjang, Kepolisian dari Polsek Maja berupaya membuat dua jalur jalan, dengan menggunakan tali yang dipasang membelah jalan. Selain itu sejumlah anggota kepolisian berjaga, mulai dari Desa Tegalsari hingga Desa Banjaran. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,