Vanessa Angel tampil Berbeda dalam sidang di PN Surabaya

Vanessa Angel tampil Berbeda dalam sidang di PN Surabaya

Vanessa Angel saat menuju ruang sidang di PN Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Vanessa  Angel  kembali  menjalani  sidang  lanjutan  dalam  kasus  penyebaran  konten  asusila terkait dugaan prostitusi artis. Dalam persidangan kali ini, Vanessa tampak tak lagi mengenakan jilbab seperti sidang sebelumnya.
 
Vanessa tampak memasuki ruang persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya tanpa sepatah kata pun dan dengan tangan terborgol. Ia enggan berkomentar, saat sejumlah wartawan berupaya mengkonfirmasi penampilannya yang melepas hijab.
 
Ia langsung memasuki ruang sidang tidak ditemani oleh ketiga mucikarinya, karena mereka telah menjalani masa tahanan setelah menyatakan menerima vonis hakim. Ketiga mucikari itu pun kini sudah bebas tepat di hari raya Idul Fitri lalu, lantaran masa penahanannya telah habis.
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jatim Richard Marpaung mengatakan, hari ini Vanessa menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan dua ahli. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan Vanessa.
 
"Agendanya mendengarkan ahli yang diajukan oleh terdakwa, lalu dilanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa," kata Richard Marpaung, Senin (10/6/2019).
 
Kuasa hukum Vanessa Angel, Abdul Malik juga membenarkan terkait dengan agenda sidang kliennya itu. Menurutnya, pihaknya mengajukan dua ahli untuk didengarkan keterangannya. "Kita ajukan ahli pidana dan ahli IT," katanya.
 
Sebelumnya, Vanessa Angel bersama dengan 3 orang mucikari harus duduk di kursi pengadilan karena kasus prostitusi online. Vanessa Angel sendiri tidak dijerat  karena kasus prostitusi, tapi akibat dugaan penyebaran konten asusila.
 
Dalam perkara itu, Vanessa didakwa menggunakan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, dua ahli yang didatangkan Vanessa Angel menyebutkan jika kasus yang ditimpakan pada artis sinetron tersebut tidak tepat. Sebab, apa yang dilakukan Vanessa dianggap masih masuk dalam ranah privasi atau pribadi.
 
Pendapat ini disampaikan ahli pidana dr. Ahmad Yulianto dan ahli ITE Rahmat Dwi Putranto, dari Institut Bisnis Law & Management (IBLAM) Jakarta. Menurut Rahmat Dwi Putranto, bukti percakapan dari Vanessa dengan mucikarinya adalah bersifat privasi. Sehingga penerapan ITE dalam kasus itu dinilai tidak tepat.
 
Ahli hukum pidana Ahmad Yulianto. Menurutnya, pasal tentang prostitusi itu tidak diatur dalam undang-undang. "Di negara kita ini delik prostitusi itu tidak diatur. Jadi pasal pidana tentang pelacuran itu belum ada. Di Indonesia masih menganut asas legalitas, tidak boleh orang dihukum tanpa  berdasarkan undang-undang," katanya.
 
Ia menyatakan, bukan berarti hal itu membenarkan perbuatan asusila, tetapi negara haruslah membuat delik tentang pelacuran. "Delik-delik pidana kita itu belum bisa menghukum pelacur itu intinya," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,