Petugas Pergoki 14 Pasangan Mesum di Hotel Tangerang

Petugas Pergoki 14 Pasangan Mesum di Hotel Tangerang

Satpol PP gelar razia di hotel wilayah Kota Tangerang. (foto - ist)

Tangerang - Sedikitnya, 14 pasangan mesum terjaring operasi Satpol PP Kota Tangerang yang menggelar razia di hotel di wilayah Kota Tangerang. Razia untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang No. 8/2005 tentang Pelarangan Prostitusi, Kamis 13 Juni malam.
 
Namun di balik razia itu menyimpan cerita menarik. Para wanita yang kepergok sedang ngamar dengan laki-laki yang bukan muhrim, melakukan adegan drama untuk menolak dijaring petugas.
 
Wanita berinisial L misalnya. Warga Kosambi Cengkareng itu tidak dapat menyembunyikan rasa malunya saat digiring petugas, karena tengah asyik berduaan dengan lelaki diduga selingkuhannya di sebuah kamar hotel itu.
 
Awalnya, L sempat mengaku ia dan lelakinya merupakan pasangan yang sah, meski ditemukan perbedaan alamat pada kartu identitas keduanya. Bahkan L yang diketahui sehari - hari bekerja sebagai staf administrasi di salah satu perusahaan ternama di Jakarta Barat, sempat menghardik petugas dengan kalimat yang tidak pantas. "Kalian mau ngapain, sembarangan aja main tuduh selingkuh, ini suami saya," kata L seraya melontarkan kalimat yang kurang pantas kepada petugas.
 
Namun, L yang tetap bersikukuh pasangan yang saat itu bersamanya adalah suaminya tidak lagi dapat berkilah, saat petugas memeriksa riwayat pesan singkat di telepon selulernya. Petugas menemukan percakapan dengan pasangan selingkuhnya dan percakapan dengan suami sahnya.
 
"Iya pak saya khilaf, ini bukan suami saya dia temen sekampung saya," kata L. Ia mengaku telah beberapa tahun belakangan menjalin asmara dengan pasangan selingkuhannya dan sudah seringkali berhubungan layaknya suami istri. "Biasanya pulang kerja seminggu bisa 2 sampai 3 kali," akunya.
 
Berbeda dengannya, SP yang juga saat itu diamankan petugas dalam kasus serupa berupaya mengelabui petugas dengan berpura-pura pingsan. "Iyah pak ini istri saya, ia sakit makanya saya ajak kesini untuk istirahat, dia sekarang pingsan," kata S, pasangan yang diduga selingkuhan SP.
 
Petugas yang tidak kehabisan akal coba menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawa keduanya. Namun saat petugas menghubungi unit gawat darurat, SP yang awalnya tak sadarkan diri seketika bangun dan meminta petugas tidak membawanya. "Ampun pak saya cuma pura-pura pingsan, jangan dibawa ya pak nanti suami saya tahu rumah tangga saya bisa hancur," kata SP.
 
Kabid Tibumtrans Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli mengatakan, dalam menegakan peraturan daerah tentang larangan prostitusi tidak jarang menemukan berbagai alasan dari para pasangan yang terjaring. Bahkan jajarannya seringkali mendapatkan hardikan dan cibiran.
 
"Kami sudah biasa mendapatkan cibiran dan hardikan dari para pasangan yang terjaring. Namun kami tetap mengedepankan sisi humanis kami dalam menegakkan peraturan daerah, dan kami mewajibkan kepada anggota untuk sabar dan menahan diri," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,