Polisi Dalami Kasus Suami Gadai Istri 250 Juta di Lumajang

Polisi Dalami Kasus Suami Gadai Istri 250 Juta di Lumajang

Perempuan yang diduga digadaikan suaminya Rp 250 juta di Lumajang Jatim. (foto - youtube)

Lumajang - Pihak  kepolisian  Lumajang  terus  mendalami  guna  mengungkap  kasus  suami  gadaikan  istri  Rp 250 juta di Kabupaten Lumajang Jatim. Masalah itu ternyata makin rumit, setelah sang istri mengaku telah menikah dengan laki-laki penerima gadai.
 
Kasus suami gadaikan istri Rp 250 juta akhirnya terungkap, setelah Polres Lumajang meminta keterangan terhadap dua orang yang terlibat dalam kasus itu. Hal itu berbuntut pada kasus pembunuhan yang dilakukan Hori (34), warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang.
 
Keduanya adalah Hartono (38) dan Lasmi (34). Lasmi adalah istri Hori, sedangkan Hartono disebut-sebut  sebagai lelaki tempat Hoti menggadaikan istrinya. Namun, dari jawaban Hartono dan Lasmi kepada polisi muncul jawaban yang berbeda, Jumat (14/6/2019).
 
Dari perbincangan yang dilakukan oleh Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban terungkap sejumlah cerita dari Hartono dan Lasmi. Hartono, warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Lumajang merupakan orang yang meminjami uang pada Hori Rp 250 juta.
 
"Kami melakukan interogasi kepada keduanya untuk mengetahui persoalan dalam perkara tersebut," kata Arsal. Dari pengakuan lasmi dan Hartono terungkap  indikasi Lasmi sebagai jaminan utang tidak benar.
 
Lasmi dijadikan jaminan utang itu muncul dari pengakuan Hori kepada polisi. "Kasus itu semakin pelik. Sepertinya Lasmi memilih pergi sendiri karena merasa ditelantarkan oleh Hori," katanya. Oleh karena itu, pengakuan Hpri yang menjadikan Lasmi "jaminan" utang terbantahkan.
 
Lasmi mengaku tidak diberi nafkah juga beberapa kali mendapatkan tindak kekerasan dari Hori. Karenanya, Lasmi memilih pergi dan mengenal Hartono yang akhirnya memilih bersama lelaki tersebut. Di sisi lain, Hartono pun memang meminjamkan uang pada Hori Rp 250 juta.
 
Lasmi dan Hartono mengaku telah menikah secara siri pada April lalu. "Tidak ada dia (Lasmi) jadi jaminan. Tidak benar saya ngomong minta istrinya dijadikan jaminan utang," tegas Hartono.
Lasmi dan Hartono saling mengenal karena juga ulah Hori.
 
AKBP M Arsal Sahban menegaskan, pihaknya berjanji akan mengurai kasus itu hingga masalahnya benar-benar menjadi terang. "Karena ada kasus pembunuhan, indikasi penipuan, perdagangan orang dan perzinahan. Ini yang masih kami dalami agar masalahnya jelas," tegas M Arsal Sahban.
 
Seperti diketahui Hori, warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Lumajang membacok Muhammad Toha (35) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Lumajang, pada Selasa 11 Juni malam. Muhammad pun Toha tewas akibat bacokan itu.
 
Diketahui, Toha korban salah sasaran rencana pembunuhan. Hori berencana membunuh Hartono dan hendak merebut kembali istrinya Lasmi. Usai pembunuhan mengalir sejumlah pengakuan, termasuk pengakuan dari Hori yang mengatakan, dirinya menjaminkan istrinya kepada Hartono karena dirinya memiliki utang Rp 250 juta. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,