Lampung Usulkan Feri Khusus Pariwisata

Lampung Usulkan Feri Khusus Pariwisata

Lampung Usulkan Feri Khusus Pariwisata

Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan ada kapal feri khusus pariwisata untuk melayani wisatawan lokal asal Pulau Jawa mengunjungi daerah itu terutama pada hari libur akhir pekan Sabtu--Minggu.
 
"Kapal feri pariwisata itu, nantinya khusus untuk melayani wisatawan dari Pulau Jawa terutama Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Provinsi Banten yang ingin mengunjungi kawasan wisata di Lampung," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto di Bandarlampung, Jumat (28/11/2014).
 
Ia mengatakan bahwa kapal feri khusus wisata itu nantinya tidak bercampur dengan angkutan barang-barang komoditas serta memiliki fasilitas layanan di dalam kapal seperti ada ruang karaoke, musik (organ tunggal), WiFi, kafe, serta beberapa fasilitas lainnya termasuk keamanannya.
 
Sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan mengarungi perairan Selat Sunda dengan nyaman dan aman.
 
Menurutnya, warga Jakarta dan sekitarnya banyak mengisi liburan ke Bandung dan Bogor. Sementara Pemerintah Kota Bogor telah melarang kendaraan berplat Jakarta untuk melintasi daerah kota hujan tersebut.
 
Selain itu, mereka juga menginginkan suasana liburan yang baru yang tidak terdapat di Bandung dan Bogor.
 
"Sektor pariwisata Lampung harus memanfaatkan peluang wisatawan lokal dari daerah untuk mengunjungi kawasan wisata di daerah ini," kata dia.
 
Provinsi Lampung menurut Fahrizal, memiliki lokasi wisata yang cukup banyak dan bagus seperti Gunung Anak Krakatau, Pantai Kiluan, Pantai Tanjung Setia, Pantai Mutun, dan Taman Nasional Waykambas.
 
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar negeri ke Lampung perlu adanya sarana dan prasarana pendukung, baik infrastruktur menuju kawasan wisata serta layanan transportasinya termasuk kapal feri khusus wisata.
 
Sementara itu, dermaga di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan akan ditambah menjadi 10 sehingga ke depan total yang beroperasi di pelabuhan tersebut menjadi 16 dermaga.
 
"Kami telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menambah dermaga tersebut untuk memperlancar dan mempersingkat waktu penyeberangan di salah satu jalur penyeberangan terpadat di Tanah Air tersebut," kata Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo.
 
Ia mengatakan bahwa pembangunan perluasan dermaga di pelabuhan tersebut akan dilakukan pada tahun depan. Dermaga tersebut sebagai pengganti kebijakan pembangunan Jembatan Selat Sunda sekaligus mendukung program pengembangan sektor maritim Presiden Jokowi Menurutnya, berdasarakan hasil pembicaraan dengan presiden, pemerintah pusat mencanangkan akan membangun dermaga baru di jalur pelabuhan Bakauheni--Merak untuk memperlancar dan mempersingkat waktu tempuh penyeberangan di Selat Sunda.
 
Saat ini dengan hanya mengoperasikan enama dermaga waktu tempuh pelabuhan Bakauheni--Merak yang seharusnya dapat ditempuh 100 menit menjadi tiga jam lebih. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,