Terindikasi virus, 18 ton bibit Bunga Lili asal Belanda dibakar

Terindikasi virus, 18 ton bibit Bunga Lili asal Belanda dibakar

Balai Karantina Kementan di Pangalengan Kabupaten Bandung musnahkan 18,8 ton bibit umbi bunga lili asal Belanda. (foto - ist)

Bandung - Balai  Karantina  Kementerian  Pertanian  di  Pangalengan  Kabupaten  Bandung  memusnahkan  18,8  ton  atau 272.300 bibit umbi lilium SP (bunga lili), yang terindikasi virus dan bakteri asal Belanda, Sabtu (22/6/2019).
 
Bibit bunga lili yang dikemas dalam boks plastik hitam yang terjangkit virus SLRV atau Strawberry Lentera Ringspot dan bakteri Rhodococus Fascians tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.
 
Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil. Bibit bunga lili itu dibakar di dalam lubang tanah yang berada di Instalasi Karantina PT Casa Fiore Cantiga di kawasan Pengalengan.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, umbi lili itu diimpor dari Belanda oleh PT Casa Fiore Cantiga. "Kita periksa di karantina dari Balai Karantina Semarang, dianalisis mengandung virus dan bakteri," katanya.
 
Ia menjelaskan, benih umbi itu sudah diasingkan sekitar dua bulan di ruangan khusus dan selanjutnya dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan agar bibit tersebut tidak merusak tanaman lain dan tanah, yang berada di PT Casa Fiore Cantiga.
 
"Kita musnahkan, saya bilang jangan dipakai lagi, kalau ini dipakai atau ditanam akan berbahaya, virusnya bisa ke mana-mana. Namanya virus tidak bisa terbendung, tanah ini juga bisa terinfeksi. Ini yang dimusnahkan bukan saja umbinya, termasuk tanahnya kita bakar semua," tegas Ali Jamil.
 
Bibit itu masuk ke Indonesia secara legal. Diketahui, bibit tersebut terindikasi virus dan bakteri setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Balai Karantina di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
 
"Jumlahnya ada 18,8 ton, itu bukan uang kecil. Kita harapkan ke depan kalangan importir harus diperiksa dahulu jangan sampai ada kerugian seperti ini. Bibit tersebut berasal dari Belanda," ujarnya.
 
Untuk itu, pihaknya akan mengirimkan Notification of Non Compliance (NNC) ke negara asal yakni Belanda. NNC sebagai bentuk protes pemerintah Indonesia atas kualitas jaminan otoritas karantina negara asal, terhadap pemenuhan aspek kesehatan komoditas yang dikirim.
 
Sementara itu, Penanggung Jawab Lapangan PT Casa Fiore Cantiga Tony mengatakan, bibit itu dibeli oleh pihak perusahaan. "Nilai kerugian belum diketahui. Bibit itu diimpor karena kita belum bisa mengembangkan. Pihak karantina menyegelnya selama dua bulan dan harus dimusnahkan. Kita patuhi peraturan pemerintah," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait