Ibu Muda Usia 17 tahun Melahirkan Bayi Dempet di Buleleng

Ibu Muda Usia 17 tahun Melahirkan Bayi Dempet di Buleleng

Bayi kembar dempet dirawat di Ruang Niccu RSUD Buleleng yang akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. (foto - ist)

Buleleng  -  Bayi  berjenis   kelamin  perempuan  buah  hati   pasangan  Kadek  Redita  (24)  dan  istrinya  Putu  Ayu  Sumandi (17) terlahir dalam kondisi kembar siam. Bayi mungil memiliki berat 4,2 kg panjang 49 centimeter itu dalam kondisi stabil setelah dilahirkan.
 
Namun demikian, bayi mungil itu harus dirujuk ke RSUP Sanglah, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pasalnya, pihak medis RSUD Buleleng menemukan adanya kelainan jantung pada kedua bayi itu, sehingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut.
 
Dokter Spesialis Anak RSUD Buleleng Nyoman Suciawan menyebutkan, bayi kembar tersebut dalam kondisi stabil. Namun pihaknya menemukan adanya kelainan jantung pada kedua bayi tersebut. Selama ini, bayi malang itu dirawat di ruang Niccu.
 
Selama di ruang Niccu, dr. Suciawan mengaku hanya memberikan penangan berupa menghangatkan bayi, memberikan cairan dan memberikan makanan yang cukup melalui selang.
 
Ia mengatakan, saat ini pihak RSUD Buleleng belum memiliki dokter bedah khusus untuk menangani bayi kembar siam. Untuk itu, pihaknya berencana akan merujuk bayi kembar tersebut ke RSUP Sanglah Denpasar.
 
"Kami belum bisa melakukan pemeriksaan lebih detail, apakah organ dalamnya itu lengkap atau bagaimana. Kami belum melakukan rontgen karena alat di sini belum memungkinkan untuk itu, nanti sekalian di Sanglah. Biar pasien juga tidak terlalu banyak dimanipulatif, sehingga nanti sampai di Sanglah kondisinya tetap stabil," katanya.
 
Mengenai pemicu kelahiran bayi kembar siam dr Suciawan menyebutkan, ada banyak faktor yang menyebabkan bayi lahir dalam kondisi dempet. Salah satunya disebabkan oleh polusi udara atau logam berat, yang menyebabkan pembelahan sel menjadi tidak sempurna.
 
"Faktornya banyak. Itu terjadi karena permasalahan waktu pembelahan sel. Mestinya sel itu terpisah sempurna, namun ini menjadi tidak sempurna. Penyebabnya macam-macam, secara genetik bisa atau karena faktor gangguan polusi udara, atau logam berat juga bisa menyebabkan kejadian bayi dempet," tegasnya.
 
Semenyara itu, Redita selaku orangtua bayi kembar siam asal Banjar Dinas Kajanan Desa Joanyar Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng menuturkan, ia sempat merasa syok ketika sang istri melahirkan anak pertamanya itu, pada Rabu 3 Juli sore. Proses persalinan secara caesar dilakukan di RS Santi Graha di Desa Sulanyah Kecamatan Seririt.
 
 
Redika tak menyangka jika anaknya lahir dalam kondisi dempet (menempel) pada bagian dada hingga perut. Malangnya, kondisi itu pun justru baru diketahui Redita saat bayi sudah dilahirkan. Selama masa kehamilan, istrinya Putu Ayu Sumadi selalu rutin memeriksakan kandungan ke rumah sakit Seririt.
 
Hanya saja saat dilakukan USG dan pemeriksaan, dokter menyebutkan jika bayi kembarnya dalam kondisi normal alias tidak dempet. Namun saat usia kandungan memasuki 38 minggu, bayi itu terpaksa dilahirkan secara caesar karena posisinya nyungsang. Ia pun kaget saat melihat kondisi bayinya ternyata dalam keadaan dempet.
 
Begitu dilahirkan, bayi kembar yang belum diberi nama itu pun langsung dipisahkan dari ibunya. Bayi malang itu langsung dirujuk ke RSUD Buleleng, untuk mendapatkan penanganan intensif. Sedangkan ibunya kini masih menjalani perawatan bekas luka caesar di RS Santi Graha Seririt.
 
"Ketika saat dilakukan USG dokternya sempat bilang tidak dempet. Namun, ternyata setelah lahir kok dempet. Ya terus terang saya sangat kaget," kata pria yang kesehariannya bekerja di sebuah toko bangunan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,