Inneke Dicecar KPK Soal Perusahaan Terkait Kasus Bakamla

Inneke Dicecar KPK Soal Perusahaan Terkait Kasus Bakamla

Inneke Koesherawati diperiksa KPK. (foto - ant)

Jakarta - Inneke  Koesherawati  sebagai  saksi  kasus  dugaan  suap  proyek  di  Badan  Keamanan  Laut  (Bakamla)  diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Inneke dicecar soal aktivitas perusahaan, yang diduga terkait dengan kasus dugaan suap.
 
"Ya, Inneke diperiksa sebagai saksi. Penyidik dalami pengetahuan yang bersangkutan terkait aktivitas perusahaan yang terafiliasi dalam perkara," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (8/7/2019).
 
Inneke Koesherawati diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PT Merial Esa (PT ME). PT Merial Esa itu sendiri disebut sebagai perusahaan milik suami Inneke, Fahmi Darmawansyah.
 
Diduga, PT Merial Esa secara bersama-sama atau membantu memberikan suap kepada eks anggota DPR Fayakhun Andriadi. Suap itu diduga terkait proses pembahasan dan pengesahan RKA-Kementerian/Lembaga dalam APBN-P tahun 2016 untuk Bakamla RI.
 
Perkara dalam kasus itu berawal dari 2016 saat Direktur PT Rohde dan Scwarz, Erwin Syara'af Arief yang juga telah menjadi tersangka sebelumnya, berkomunikasi dengan Fayakhun.
 
Dalam komunikasi tersebut, Erwin Syara'af Arief diduga meminta kepada Fayakhun untuk mengupayakan, agar proyek satelit monitoring di Bakamla dapat dianggarkan dalam APBN-P tahun 2016.
 
Erwin diduga memberi janji tambahan fee kepada Fayakhun. Sebagai realisasinya, Fahmi selaku pemilik PT Merial Esa yang juga sudah diproses sebagai tersangka hingga menjadi terpidana di kasus itu, memberikan uang 911.480 dolar AS atau senilai Rp 12 miliar kepada Fayakhun.
 
Uang itu dikirim secara bertahap melalui rekening di Singapura dan Cina. "Dalam proses pemberian suap itu diduga dilakukan oleh orang-orang berdasarkan hubungan kerja di PT ME, yang bertindak dalam lingkungan korporasi," sebut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
 
Seperti diketahui, PT ME merupakan korporasi yang disiapkan akan mengerjakan proyek satelit monitoring di Bakamla RI, setelah dianggarkan dalam APBN-P tahun 2016. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,