Mahasiswi Nyambi Jadi Germo Prostitusi Online di Sleman

Mahasiswi Nyambi Jadi Germo Prostitusi Online di Sleman

Pengungkapan kasus prostitusi online di Mapolres Sleman. (foto - ist)

Sleman - Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi berinisial AA (22) diringkus polisi. lantaran terlibat dalam kasus prostitusi online. Dalam kasus tersebut, warga asal Jambi Timur itu berperan sebagai mucikari.
 
Menurut Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Sleman Ipda Apfryyadi Pratama Bariang, selama menjalankan bisnis esek-esek tersebut, AA mempromosikan perempuan PSK di jejaring media sosial Twitter. "Kami tangkap satu mucikari yang menggunakan sarana media online untuk menjalankan kegiatan prostitusinya," kata Apfryyadi, Selasa (9/7/2019).
 
Dalam mempromosikan layanan seks-nya, AA mengelola sebuah akun Twitter dengan akun Mecca95@mecca951. Dalam akun tersebut, AA memajang sejumlah foto PSK yang siap melayani hasrat para lelaki hidung belang.
 
Mucikari itu mematok harga sebesar Rp 500 ribu untuk setiap PSK, dengan durasi waktu kencan selama satu jam. "Di iklannya sendiri ditawarkan Rp 500 ribu. Tertulis satu kali 500 maksimal satu jam. Dari transaksinya baru diposting 2 jam," tambahnya.
 
Setiap ada pelanggan yang berminat, ia akan mendapatkan bayaran 25 persen dari harga yang telah disepakati. "AA dengan dengan menampilkan foto seseorang (PSK) lalu menampilkan harga yang ditawarkan untuk kegiatan prostitusinya. Lalu di-share sehingga masyarakat yang mengakses akun ini bisa memesan dan berkomunikasi langsung dengan mucikarinya," katanya.
 
Setelah dilakukan pendalaman dari laporan yang diterima polisi, AA pun berhasil ditangkap saat sedang berada di sebuah hotel di kawasan Jalan Wahid Hasyim Nologaten No. 41 Dabag Condongcatur Depok Sleman, pada Selasa 24 Juni.
 
Berdasarkan pengakuan pelaku, ia baru kali pertama melakukan kejahatannya karena motif ekonomi. Polisi menyita barang bukti, berupa dua bungkus kondom merek sutra, dua kondom yang sudah digunakan, handphone Oppo F1s tipe A1601 warna rose gold, handphone iPhone 8 plus warna rose gold, handphone iPhone 8 plus warna merah serta uang tunai Rp 600 ribu.
 
Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 45 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 296 atau Pasal 506 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak sebesar Rp 1 miliar. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,