Polisi Malaysia Tahan Politikus terkait Dugaan Pemerkosaan TKI

Polisi Malaysia Tahan Politikus terkait Dugaan Pemerkosaan TKI

Kepolisian Malaysia menahan politikus anggota Dewan Eksekutif Perak, tersangka kasus dugaan pemerkosaan asisten rumah tangga asal Indonesia. (foto - freemalaysiatoday)

Ipoh - KepolisianKepolisian Malaysia (PDRM)  menahan seorang politikus anggota Dewan Eksekutif Perak (Perak State Executive Council), tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan kepada salah seorang asisten rumah tangga asal Indonesia.
 
Dilansir The Star, Rabu (10/72019) diketahui, tenaga kerja Indonesia (TKI) itu merupakan asisten rumah tangga anggota dewan tersebut. Korban melaporkan kasus itu, pada Senin 8 Juli 2019. Laporan diterima Departemen Kejahatan Seksual, Anak dan Perempuan Bukit Aman ACP Malaysia.
 
Kepala PDRM Perak Komisaris Datuk Razarudin Husain membenarkan anggota dewan itu ditangkap, pada Selasa 9 Juli untuk dimintai keterangan perihal penyelidikan kasus. Penyelidikan dilakukan berlandaskan pada Pasal 375 KUHP Malaysia tentang pemerkosaan.
 
PDRM kemudian memutuskan untuk menahan politikus itu dan ditetapkan sebagai tersangka. "Untuk menjamin penyelidikan berjalan lancar, kami telah menahan tersangka," kata Razarudin dalam sebuah pernyataan.
 
Tersangka, yang merupakan anggota Partai Aksi Demokrat Malaysia (DAP) mengklaim tidak bersalah, dan membantah segala tuduhan dalam sebuah pernyataan tertulis. Belum ada perincian lebih lanjut soal kasus itu. Namun, Kepala PDRM Perak dijadwalkan akan memberikan keterangan pers kemudian.
 
Kasus itu muncul dua hari sebelum politikus itu hendak dilantik menjadi anggota Dewan Eksekutif Perak, yang ditunjuk secara tahunan. Tersangka merupakan satu dari lima anggota DAP, bagian dari total 11 anggota Dewan Eksekutif Perak.
 
Politisi DAP lainnya Wong Mei Ing, A Sivanesan, Paul Yong, Howard Lee dan Abdul Aziz Bari. Namun, upacara penunjukan dewan eksekutif Perak baru yang direncanakan berlangsung Kamis 11 Juli, ditunda dan akan dijadwalkan kembali. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,